Cerita Mistis: Jangan Naik Motor Sendirian di Malam Hari

0
1880

Kalau lihat judul di atas, jangan naik motor sendirian, pasti yang di pikiran sobat hantupedia adalah begal, klitikh dan kejahatan lain yang biasa menyerang dimalam hari. Tapi bukan itu yang diceritakan seorang seorang cewek manis bernama Dewi (nama samaran) untuk sobat hantupedia.

Sekitar tiga tahun yang lalu, Dewi bersama dengan teman-temannya pergi berkemah di Gunung Kidul, Yogyakarta. Setelah menikmati matahari terbit, mereka menghabiskan waktu di pantai-pantai Gunung Kidul yang indah hingga lupa waktu dan akhirnya setelah petang baru kembali ke Yogyakarta. Saat pulang itulah cerita ini terjadi.

Berangkat bertujuh

Sebelum ke gunung kidul mereka memang sudah bertujuh, Dewi, Agus, Aji, Nana, Yono, Umbul dan Sasa. Mereka semua bukan nama sebenarnya, tapi hanya untuk memudahkan cerita.

Nana di bonceng Aji sedangkan Sasa dibonceng Umbul. Mereka memang pasangan. Agus dan Yono bukan pasangan tapi Dewi yang masih jomblo tidak ingin dibonceng siapapun. Dia kekeh naik motor sendiri.

“Cewek juga bisa mandiri, cuma naik motor itu gampil, kata Dewi berargumen. Begitu pula saat perjalanan pulang, Dewi tetap naik motor sendiri.

Lewat jalan lain

Karena ada perbaikan jalan di jalan utama, mereka memutuskan pulang lewat jalan alternatif yang memutar. Dewi sudah lupa rute mana yang mereka lewati pada malam itu. Jalan tersebut sebenarnya lumayan ramai. Ada rumah-rumah penduduk di kanan kirinya namun entah mengapa rasanya senyap. Mungkin karena daerah pedesaan yang mengenal tradisi tidak keluar saat gelap tapi ada beberapa orang yang duduk-duduk di luar sambil minum kopi.

Sesekali mereka melewati perkebunan, tebing dan bukit. Mungkin kalau saja mereka lewat jalan itu di siang hari, pemandangannya akan lebih indah. Yang aneh, hanya mereka sendiri yang melewati jalan itu. Tidak ada kendaraan lain yang melintas kecuali rombongan mereka.

Pindah formasi

Tiba-tiba motor si Yono dan Agus yang paling belakang menyalip ke depan rombongan lalu menepi. Otomatis seluruh rombongan berhenti.

“Ada apa, Yon?” Tanya Aji.

“Tidak ada apa-apa cuma mau tukeran motor saja” jawab Yono lalu mendekati motor Dewi. ”wi, tukeran motor bentar ya. Gelap neh nanti nyasar, kamu boncengan dulu aja sama Agus nanti kalau sampai Wonosari pindah lagi deh. Yang penting kamu ga capek”. Bujukan Yono mengena, Dewi memang sedikit lelah jadi dia terima saja permintaan Yono. Sekarang, Yono yang naik motor sendiri sedangkan yang lain berpasangan. Lalu Yono meminta Aji dan Nana paling depan sedangkan ia di nomer dua disusul Agus dan Dewi serta Umbul dan Sasa.

Makhluk yang berdiri diboncengan

Setelah pergantian formasi, rasanya biasa saja, tapi badan seperti dibebani oleh sesuatu yang berat. Semua perampokan dalam rombongan merasa  lemes dan agak pusing. Sedang para supir terdiam tidak mengucapkan suara apapun. Tidak seperti sebelum pergantian dimana mereka sempat ngobrol dengan teman yang dibonceng.

Sampai disebuah persawahan luas kabut mulai tampak. Suasana menjadi semakin tidak enak. Udara menjadi dingin. Di depan kami tampak kerumunan ramai, tapi mereka hanya sosok hitam. Dewi merapatkan jaketnya. Lalu di belakang Yono yang naik motor sendiri, tiba- tiba muncul sosok seseorang berdiri di bagian penumpang motor Dewi yang dikendarai Yono itu. Perawakannya tinggi dengan rambut panjang dan baju putih yang berkibar. Wajahnya tidak tampak dari belakang tapi semua yang ada pada sosok itu berwarna putih agak transparan. Matanya menatap ke depan dengan keanggunan bak seorang penguasa. Orang itu seperti mengendarai kereta. Sosok itu hanya berdiri saja. Seperti patung yang berdiri menjulang.

Suasana menjadi semakin mencekam. Motor mereka yang beriringan terasa lambat, berjalan dijalan yang seakan mulus tanpa lubang. Apalagi perlahan namun pasti nampak 4 sosok orang yang serupa terbang di kanan kiri rombongan. Semua orang dalam rombongan berdoa. Semoga kami selamat sampai tujuan.

Sampai rumah dengan selamat

Setelah beberapa lama kami dalam keadaan demikian tiba-tiba ada suara seperti dari seorang kakek “ sudah sampai sini saja nak, kalian lanjutkan perjalanan. Tapi kalau malam jangan naik motor sendirian, ya.”

Selesai suara itu berkata tiba-tiba semua kabut dan sosok-sosok tadi menghilang begitu saja. Dari kejauhan berkumandang suara azan. Kami mampir sebentar di masjid sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan yang menyeramkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here