Makan Mayit: Fenomena Anomali di Tahun 2017

0
558

Memang judulnya terdengar agak ngeri sih ditelinga. Itu pula yang tim Hantupedia rasakan ketika mendengar trend “Makan Mayit” yang baru-baru ini kami dengar menjadi berita hangat dikalangan masyarakat. Sebenarnya makan mayit sendiri adalah sebuah acara supper (makan malam) para vegetarian yang tersaji dengan konsep yang cukup ekstrim. Yakni dengan menggunakan wadah makanan dari boneka bayi yang telah dilubangi sedemikian rupa agar berfungsi sebagai piring. Tak hanya itu ada beberapa camilan dan makanan yang dibuat berbentuk seperti orok bayi. Ugh!

Acara makan malam ini diadakan sekitar akhir bulan Februari yang lalu di Jakarta. Acara yang cukup menggemparkan ini diprakarsai oleh Footurama yang bekerja sama dengan seorang seniman bernama Natasha Gabriella Tontey. Acara ini tersebar hanya untuk sekitar 15 orang lewat sosmed. Natasha Sendiri berujar dalam channel youtube nya bahwasanya tujuan dari acara Makan mayit ini dilaksanakan untuk lebih menggali bagian psikodinamika serta fantasi kanibal pada diri kita.

makan mayit acara makan malam anomali tahun 2017

Acara makan mayit memiliki propaganda yang tersembunyi?

Salah satu peserta yang menghadiri acara makan mayit itu mengatakan bahwa dia mengikuti acara tersebut karena ada semacam konsep propaganda di dalamnya. Dia penasaran bagaimana propaganda itu kemudian bisa menciptakan opini publik walaupun pada realitasnya tidaklah seperti demikian. Pertanyaannya adalah propaganda semacam apa yang ingin di ciptakan dari acara anomali tersebut?

Natasha Gabriella selaku pencetus ide dari acara makan mayit ini mengatakan bahwa setiap orang yang ikut dalam acara tersebut tahu betul bahwa makanan yang tersaji bukanlah daging manusia betulan. Namun hanyalah makanan vegan yang memang dibuat sedemikian rupa dengan visual yang sesuai konsep acara itu.

“bagaimana propaganda itu dibawakan sehingga mempengaruhi pemikiran kita menjadi percaya bahwa itu adalah daging manusia – Kami mencoba menghadirkan semacam statemen bahwa tidak apa kita memakan daging binatang, namun tidak untuk daging manusia” – ungkap Natasha

Walaupun sebenarnya makanan yang tersaji adalah makanan vegetarian, namun karena suasana dan nuansa acara tersebut memang dibuat sedemikian rupa untuk membuat “propaganda” tersebut. Akhirnya mempengaruhi para peserta yang hadir pada acara itu merasa “tidak mau lagi memakan makanan tersebut” yang notabene merupakan makanan vegetarian. Itulah efek psiko-dinamika coba untuk diusik dalam acara tersebut.

Acara Makan Mayit adalah sebuah seni?

Beberapa pakar kesenian dan psikologi mengatakan banyak pendapat yang berbeda. Namun banyak dari mereka menuturkan bahwa acara makan malam bertajuk “Makan Mayit” ini merupakan eksperimen anomali yang juga artistik. Acara ini telah berhasil menciptakan fungsi dan tujuan seni itu sendiri, yakni kemunculan banyak pertanyaan-pertanyaan dari banyak orang.

Bahkan Sutradara film Pintu Terlarang yang rilis di tahun 2009 (Joko Anwar) dengan tema kekerasan anak dan aborsi sempat memberikan komentar. Komentarnya adalah acara makan mayit ini sebenarnya adalah acara yang bisa dibilang bertujuan untuk edukasi. Namun, tentu saja penerimaan dari banyak layer masyarakat sangatlah beragam. Ada baiknya kita coba untuk mencerna dan membuka pikiran kita akan hal itu. Dimana ada pesan-pesan moral yang tertera didalam acara aneh tersebut.

Penerimaan masyarakat soal acara ini?

Seperti yang sudah diprediksikan oleh pencetus acara ini, tentu acara ini banyak memicu kontroversi dikalangan masyarakat. Banyak orang mencela acara itu karena menggunakan konsep yang cukup ekstrim untuk dilakukan. Ada pula orang yang memuji karena acara ini cukup eksentrik baik dari segi konsep seni. Banyak pula pakar dan para selebritis yang melayangkan cuitan di twitter dengan hastag #makanmayit dengan berbagai komentar (positif dan negatif tentunya) soal acara ini.

Agaknya masyarakat Indonesia sendiri belum cukup siap untuk menerima hal-hal yang ekstrim seperti ini. Karena pada dasarnya di Indonesia yang sarat oleh kebudayaan timurnya memiliki label tabu untuk hal-hal semacam ini. Banyak pula beberapa orang mengatakan bahwa tidak seharusnya pula foto-foto dan dokumentasi acara ini disebarkan secara luas via sosial media. Kalau menurut sobat hantupedia gimana?

Jangan lupa cek pula beberapa artikel tentang fenomena-fenomena aneh lainnya ya (Disini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here