Ternyata Nama Kota Pontianak itu Asalnya dari Nama Hantu Kuntilanak Lho!

Setiap kota pastilah memiliki sejarah yang melekat erat dengan budaya dan kehidupan masyarakatnya. Sebuah kota memiliki asal usul yang sarat dengan cerita legenda dan folklore yang dikenal luas dan menjadi cerita dari mulut ke mulut penduduknya. Indonesia yang memiliki sekitar 34 Provinsi dan termasuk kota-kota unik di dalamnya, tentu menyimpan banyak sekali cerita-cerita yang unik pula. Salah satunya adalah tentang nama kota Pontianak di Kalimantan Barat.

nama kota pontianak berasal dari nama hantu kuntilanak

Sedikit orang tahu bahwa kota yang dikenal kebanyakan orang sebagai kota katulistiwa ini memiliki sejarah yang cukup mencengangkan. Sejarah yang seram tentang asal muasal nama kota Pontianak itu sendiri. Yang mana nama kota tersebut sebenarnya berasal dari nama satu hantu yang sudah terkenal seantero Nusantara, yakni “Kuntilanak”. Penasaran tentang penjelasannya? Cek lebih detail dibawah deh:

Sejarah babat alas oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie

Berbicara tentang asal muasal nama kota Pontianak yang berasal dari nama hantu wanita yang disebut Kuntilanak, kita tidak bisa melewatkan tentang sepak terjang Syarif Abdurrahman Alkadrie. Pada masa hidupnya, beliau terkenal sebagai orang yang berpengalaman dalam berkelana sembari membuka lahan untuk pemukiman. Sekitar hampir dua setengah abad yang lalu, Syarif Abdurrahman Alkadrie menyusuri sepanjang sungai kapuas dengan tujuan untuk membangun istana.

gambar sultan syarif abdurrahman alkadrie

Syarif Abdurrahman ini sendiri merupakan anak seorang ulama besar yang memimpin kerajaan Matan. Dalam sejarahnya, perjalanan menyusuri sungai Kapuas inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya istana Kadriah yang merupakan momentum penting terbentuknya kota Pontianak itu sendiri.

Tentu dalam upaya Syarif Abdurrahman dalam membuka dan babat alas di daerah sepanjang sungai kapuas itu tidaklah mudah. Ada banyak rintangan dari binatang buas hingga pandemik yang menyerang pekerja yang ikut bersamanya. Diantara banyaknya kesulitan tersebut, ada satu rintangan besar yang cukup membuat beliau kewalahan.

Kesulitan itu adalah teror dari hantu-hantu kuntilanak penghuni hutan tersebut. Banyak pekerja yang melakukan proses pembukaan lahan di hutan lebat tersebut ketakutan. Hal ini dikarenakan hampir setiap malam mereka bisa mendengar dengan jelas teriakan, tawa menyeramkan dan tangisan-tangisan sosok wanita yang berasal dari balik pepohonan besar hutan tersebut. Banyak dari pekerja yang tidak kuat dan berhenti dari pekerjaan tersebut.

Meriam karbit pengusir teror kuntilanak

Satu per satu pekerja mulai meninggalkan lokasi karena tidak kuat untuk menghadapi suara-suara seram yan ghampir setiap hari bisa terdengar dan meneror mereka. Syarif Abdurrahman Alkadrie mulai memutar otak untuk menghadapi persoalan itu. Hingga akhirnya beliau memutuskan untuk membawa meriam karbit di lokasi pembukaan lahan tersebut.

Setiap malam Syarif Abdurrahman Alkadrie beserta pekerjanya selalu bersiap dengan meriam besar itu. Lalu menembakkan meriam ke arah asal suara-suara misterius itu berada. Hingga setelah beberapa lama suara-suara itu kemudian lambat laun lenyap dan tidak mengganggu proses pembukaan lahan yang dilakukan oleh beliau.

Suara suara teror yang sengaja dibuat oleh para perompak? 

Cerita yang cukup ngeri dan membuat merinding pastinya! – Terlepas dari penjelasan tentang asal usul kota Pontianak ini yang berasal dari kata kuntilanak, ada beberapa sejarawan yang menampik tentang hal itu. Mereka memiliki spekulasi bahwa sebenarnya suara-suara mengerikan itu adalah suara-suara yang dimanipulasi oleh para perompak.

Secara geografis daerah sekitar area Delta yang cukup berdekatan dengan lokasi pembukaan lahan yang dilakukan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie tersebut merupakan daerah strategis yang sering digunakan para perompak dan bandit untuk bersembunyi. Para perompak yang merasa tempat persembunyian mereka terusik, mereka kemudian memanipulasi kepercayaan anima masyarakat setempat untuk mengusir mereka dari tempat itu.

Festival meriam karbit di kota Pontianak

festival meriam karbit

Sampai sekarang di kota Pontianak biasanya diadakan festival meriam karbit yang digelar sebagai bentuk penghormatan akan jasa Syarf Abdurrahman Alkadrie yang dengan gagah berani menghentikan teror para hantu kuntilanak dalam pembukaan lahan kota ini. Biasanya festival ini dilaksanakan saat malam hari raya Idul Fitri guna meramaikan hari perayaan umat islam tersebut.

Banyak orang yang menuturkan pula bahwa di Pontianak sendiri masih banyak hantu-hantu kuntilanak yang menghuni beberapa belantara. Namun, mereka tidak berani menakut-nakuti karena mereka khawatir dan takut pada para keturunan-keturunan Sultan Syarif akan menembakkan meriam-meriam lagi ke arah mereka.