Sawan Pada Anak: Kejadian Diluar Nalar Yang Umum Terjadi

Di jawa, terkenal istilah gotek atau jare yang dapat diterjemahkan secara harfiah menjadi ‘katanya’. Istilah ini akhirnya melahirkan istilah lain yang disebut sawanan atau sawanen yang umurnya sangat primitive. Tapi nyatanya, bentuk ini masih resistant di sela-sela kehidupan masyarakat Jawa. Makna sawanan sendiri sampai saat ini belum diketahui definisi pastinya, mengingat cakupannya yang luas dan imbasnya tidak masuk di nalar bahkan untuk dunia medis. Sekilas, sawanan dapat dimaknai sebagai gangguan pada seseorang karena gangguan ghaib.

anak-nangis

Sawanan biasanya menyerang anak kecil. Pasalnya, anak kecil dianggap masih rentan dari hal-hal ghaib dan mudah diganggu. Seperti kejadian akhir 2015 lalu. Bulan tersebut banyak orang punya hajat nikah dan temanku menghadirinya. Dengan membawa istri dan anak pertama mereka yang masih mungil. Mereka pun nampak bahagia. Namun, pasca pulang dari acara tersebut, sang anak mulai menunjukkan penurunan kesehatan. Awalnya temanku hanya curiga kalau sang anak masih terlalu kecil untuk diajak kemana-mana dan tidak kuat dengan udara luar.

Saban malam si kecil selalu menangis dan tidak mau tidur. Jika subuh menjelang dia baru terlelap sampai siang. Hal ini berulang-ulang hingga satu minggu dengan rengekannya dan  di barengi demam, badan menggigil, dan sesekali nangis sambil tak keluar suaranya. Orang tuanya bukan tanpa usaha. Mereka sudah mendatangi bidan hingga puskesmas. Sama saja, keduanya angkat tangan dan memintanya untuk merujuk ke rumah sakit. Sampai di sana, sang anak masuk ruang UGD untuk di cek darah untuk mengetahui sistem imunnya. Namun nihil. Hasil laboratorium tidak mengindiaksikan adanya gangguan apapun.

sawan-2

Dalam kebingungan, setelah subuh, temanku dan aku pergi ke rumah Pak Modin (perangkat desa yang mengurus bidang keagamaan). Pak Modin cukup terkenal karena beliau dianggap sebagai orang soleh yang masih kental dengan perkara magis kejawen.  Sang bapak meminta Pak Modin untuk ikut ke RS dan melihat sang anak pagi nanti. Pak Modin pun bertanya soal tanggal lahir sang anak sambil berkali-kali memegang jidat, telapak tangan, dan telinganya, seperti memastikan sesuatu.

Setelah merasa apa yang diceknya sesuai dengan keinginannya, Pak Modin bertanya,’apa anak bapak diajak ke acara nikahan? Sontak saja, temanku kaget merasa darimana Pak Modin tahu. Temanku pun mengiyakan pertanyaan Pak Modin. Akhirnya Pak Modin meminta kami membawakan sejumput tanah dari masjid di perempatan kompplek rumah kami dan air mineral. Dengan membaca sesuatu yang entah aku pun tak tahu. Dia mencampurkan tanah tersebut dengan air dan mengoleskan ke bagian telinga dan kaki si bocah.

Sebelum Pulang pamitan pukul 10.00 pagi, Pak Modin berpesan kalau anak kecil sebaiknya tidak diajak keacara nikahan, sunatan, atau malam perkimpoan. Kalau pun dipaksa ke acara nikahan, untuk mencegah makhluk halus mengganggu, sang anak diolesi bedak si manten supaya makhluk halus tidak mengikuti atau mengganggunya. Kalau sudah terlanjur, bocah kalau terkena sawanan maka tubuhnya akan demam, tapi bagian telinga dan telapak kaki tidak terasa panas. Kalau kasus sawanan ke orang dewasa sangat jarang. Kalau pun ada biasanya orang tersebut melakukan hal buruk, seperti kencing di kuburan, mengambil benda di kawasan bertuah, anak orang tua melakukan perkara buruk seperti menabrak hewan saat istri mengandung, biasanya akan menimpa ke anaknya. Dua hari kemudian, sang anak pulang dari rumah sakit dan lambat laun kembali normal. Terbukti, hasil laborat pun menunjukkan bahwa sang anak sehat tanpa penyakit apa pun.