Post-Mortem Fotografi: Trend Foto Bersama Mayat di Era Victoria

Post-mortem fotografi – Berfoto adalah satu cara untuk mengabadikan momen bersama orang-orang yang kita sayangi atau dekat dengan kita. Dizaman modern seperti ini, akses untuk mengabadikan momen dengan mengambil gambar sudah menjadi semakin mudah dan praktis. Terlebih dengan adanya sosial media seperti instagram (jangan lupa follow & like ig hantupedia yak disini, hehe), facebook dan lain sebagainya, dimana kita bisa mengunggah foto-foto kita. Sepertinya membuat kegiatan mengabadikan momen itu sangat mudah di era sekarang.

Bayangkan saja bila sobat hantupedia hidup di era awal abad 19. Dimana mungkin kamera masih jarang ada atau malah belum diciptakan sebagai konsumsi publik seperti sekarang. Pastilah sangat sulit untuk mengabadikan momen dengan orang-orang yang kita sayangi. Nah, siapa sangka ada satu trend menyeramkan yang dulu sangat booming di era victoria (sekitar tahun 1830an). Trend ini adalah trend berfoto bersama mayat seseorang yang sudah mati.

Foto untuk mengenang mereka yang mati secara mendadak

Trend post-mortem fotografi ini menjadi booming diantara banyak orang di era Victoria tak lain dan tidak bukan untuk mengenang mereka yang mati secara mendadak. Biasanya orang-orang terkasih atau yang dicintai yang telah meninggal kemudian didandani sedemikan rupa agar tampak masih hidup untuk kemudian diabadikan menjadi sebuah foto.

Dalam hal manipulasi mayat tersebut ada beberapa cara. Yakni salah satunya adalah dengan menggunakan pengait badan. Dimana pengait itu diikatkan dibelakang tubuh mayat untuk menciptakan pose baik itu berdiri maupun duduk. Bahkan beberapa mayat ada yang tidak memiliki anggota badan yang tidak utuh lagi. Namun pihak pengambil foto akan memberikan riasan khusus yang diperlukan untuk memaksimalkan hasil foto.

Post-mortem fotografi ada karena dimasa itu merupakan masa awal ditemukan kamera

Banyak peneliti berpendapat bahwa sebenarnya trend post-mortem fotografi ini tidak hanya dilakukan untuk sekedar mengabadikan gambar dengan sanak-keluarga atau orang terkasih yang telah meninggal. Namun, trend ini muncul karena memang pada era Victoria yang tercatat berlangsung dari tahun 1836 sampai 1901 ini merupakan era awal ditemukannya kamera.

Memang sih kalau diurutkan dari segi sejarah. kamera yang pertama kali muncul adalah kamera obscura yang ditemukan kali pertama di Abad 16. Namun kamera ini tidak bisa merekam gambar. Kemudian disekitar tahun 1826 di Eropa, tepatnya di Perancis. Seseorang bernama Joseph Niepce berhasil menciptakan kamera nyata. Namun penggunaannya masih belum praktis karena membutuhkan waktu lama.

Nah, beberapa dekade kedepan sejak tahun 1826 beberapa penemu mulai berinovasi untuk membuat kamera lebih praktis. Dan tahun-tahun tersebut tercatat terjadi di era Victoria. Dari situlah banyak orang berspekulasi bahwa sebenarnya foto post-mortem ini menjadi trend karena pada kenyataannya pada era itulah kamera praktis ditemukan. Dan banyak orang-orang yang ingin mengabadikan gambar mereka bersama orang-orang yang mereka sayangi.

Berikut beberapa foto post-mortem yang berhasil tim hantupedia temukan: