Klenik Pesugihan Anak Dewa Tanpa Tumbal Yang Menyesatkan

Hidup menjadi manusia memang tidak mudah. Selalu ada kesulitan dan ujian yang perlu sebijak mungkin dipecahkan, terutam soal ekonomi. Kata yang satu ini selalu menjadi momok manusia yang bernafsu mengejar keduniawian. Bagi mereka yang berputus asa, maka klenik dan pesugihan selalu jadi solusi terbaik. Berbicara soal pesugihan, tentunya kita akrab dengan nama babi ngepet, gunung kemukus, atau bantuan tuyul. Namun, terdapat pesugihan yang terbilang cukup ekstream, yakni pesugihan anak dewa. Ritualnya mirip-mirip dengan gaya pesugihan gunung kemukus, seperti berhubungan badan. Tapi, dengan siapa?

pantai maron

Asal muasal dan ritual klenik anak dewa

Konon, ritual pengaya dengan jalan pintas ini berasal dari provinsi Jawa tengah, tepatnya Semarang di pantai Maron. Bagi pelakunya, mereka harus meminta bantuan juru kunci yang memegang kendali area tersebut. Selain itu, dia juga harus memberikan mahar yang cukup fantastis. Bahkan ada yang bilang, bahwa mahar dibayar sesuai ucapan sang kuncen. Dengan panduan sang ahli, pelaku akan ditempatkan di area yang paling sepi dan tinggal pada saat malam hari untuk mandi di area pantai. Dibanding ritual lain, pesugihan ini diklaim sebagai cara pintas yang putih. Alasannya, pelaku tidak membutuhkan tumbal atau pun sesembahan lain kepada makhluk halus.

Setelah badan bersih dan wangi karena campuran bunga-bunga pilihan, pemandu akan meninggalkannya di area semedi hanya sendirian. Tidak lupa, sang kuncen akan memberikan mantra pada secarik kertas untuk dilafalkan. Sisanya, pelaku juga membawa baki berisi sesajen dan ugo rampe pemikat dhemit.  Dengan duduk bersila, rapalan mantra digunakan untuk mengundang dhemit sebagai media induk semang. Prosesi akhir, pesugihan ini harus diakhiri dengan berhubungan intim dengan dhemit tersebut.

Pada waktu yang sama itu, dhemit tersebut akan mengandung dan persetubuhan itu dan nantinya melahir anak yang disebut ‘anak dewa’. Jika persetubuhan telah berakhir, calon bapak dari anak dewa ini harus kembali ke pantai dan membersihkan diri. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun alias tanpa bisu, dia harus langsung pulang ke rumah tanpa mampir ke area tertentu.

Disisi lain, masa kandungan makhluk halus tidaklah sama dengan manusia selama 9 bulan. Menurut informasi yang berkembang, si dhemit perempuan akan mengandung selama 33 hari di alam lain. Jika dia telah melahirkan, maka pesugihan akan mulai terasa. Pelaku akan mendapatkan uang dari asal muasal dari hasil perdagangan. Bagiamana dengan pelaku yang tidak berdagang? banyak yang menyatakan ritualnya akan sia-sia.

Uang yang didapatkan dari perdagangan yang dibantu secara gaib

Lahirnya jabang bayi anak dewa tersebut sebagai tanda kekayaan akan selalu mengucur. Sebagai media utamanya, pelaku harus memiliki suatu usaha sendiri, entah berdagang pakaian, makanan, aksesoris, atau pun yang lain. Jika seseorang mempunyai warung makan, semisal bakso, mie ayam, sate, dll, cita rasa makanan buatannya akan semakin pekat dan kuat. Mitosnya, bumbu tersebut mendapatkan campuran dari anak dewa entah ludahnya ataupun hajatnya. Syarat lain, menimbulkan cita rasa pekat apabila di makan di lokasi tersebut secara langsung.

Rasa yang nikmat tidak akan bertahan jika jauh dari lokasi. Sedangkan  bagi yang berdagang selain makanan, seperti toko penyedia material, akesesoris, atau yang lain, akan dimajukan secara ghaib. Secara kasat mata, orang dapat melihat toko tersebut dengan jelas. Sedangkan toko sejenis di area sekitar akan dihadang oleh anak dewa ini. Dengan demikian, orang merasa enggan untuk mampir karena terdapat aura yang tidak menyenangkan. Alhasil, orang-orang akan memilih ke toko pelaku pesugihan. Sungguh suatu hal klenik yang cukup hebat.