Pengalaman Misteri di Jogja: Nenekku yang Tak Takut Hantu (Bagian 3)

Melangkahi Janur yang Berubah Jadi Kelapa

Janur adalah daun pohon kelapa. Namun ia bukan kelapa. Kelapa adalah buahnya sedangkan janur adalh danunnya, yang masih muda. Jadi, keduanya berbeda. Tak mungkin jika janur tiba-tiba berubah menjadi kelapa, begitu juga sebaliknya. Namun, taka da yang tak mungkin di dunia mistis. Dunia mistis memang selalu beriringan dengan dunia manusia, dunia kita.

Ada suatu cerita yang dialami oleh nenekku saat jalan kaki dari mushola ke rumah. Sebenarnya kejadian ini belum terlalu malam karena nenekku pulang dari mushola ke rumah setelah menunaikan sholat Isya’. Jadi, kejadian ini sekitar pukul setengah 8 malam. Kejadian ini adalah sewaktu masih kecil di mana penerangan masih sangat terbatas. Meskipun jarak rumahku ke mushola tidak jauh, namun jalannya yang gelam membuat siapapn yang lewat harus hati-hati. Tak hanya itu, rasa merinding pasti juga menyelimuti.

Nenek memang biasanya pulang terakhir dari mushola. Ketika orang lain sudah pulang, nenek yang mengunci pintu mushola sebelum pulang ke rumah. Setelah tidak ada orang lain lagi di mushola, nenek mengunci pintu dan mulai melangkah untuk pulang ke rumah. Melewati jalan satu satunya, dekat sawah dan sungai, nenek melihat sebuah benda kuning panjang. Awalnya, nenek mengira itu adalah ular, jadi nenek berjalan pelan-pelan sambil mengamatinya. Namun setelah mendekat ternyata benda itu hanyalah janur yang masih berwarna kuning. Mungkin janur yang baru saja jatuh dari pohon kelapa. Memang di pinggir jalan itu ada beberapa pohon kelapa, ada yang masih muda da nada yang sudah tua.

Janur itu ada di pinggir jalan yang akan dilewati nenekku. Karena hanya janur, nenekku tak menghiraukannya, tak menyingirkannya dan langsung lewat begitu saja. Namun, ketika kaki nenek melangkahi janur itu, tiba-tiba terasa kaki nenek terasa tersandung, untungnya tidak jatuh. Bagaimana mungkin sebuah janur bias membuat kaki tersandung? Mungkinkah ada batu di dekatnya yang tidak nenek lihat? Karena penasaran, nenek menoleh ke belakang dan yang terlihat adalah kelapa.

Bagaimana bias yang tadinya janur kuning tiba-tiba menjadi sebuah kelapa? Yang nenek lihat adalah kelapa kecil yang belum terlihat matang. Kelapa muda itu masih terlihat kuning dan sangat muda. Kemudian nenek melangkah ke belakang melewati kelapa tadi. Apa yang terjadi? Kelapa muda tadi berubah menjadi janur lagi. Lalu nenek mencoba melangkahi janur itu dan ternyata menjadi kelapa lagi. Hal ini diulangi nenek hingga 3kali dan hasilnya tetap sama.

Nenek sendiri juga bingung. Mungkin saja ini ulah hantu atau makhluk halus yang nakal, atau mungkin pertanda lain. Karena tak mau ambil pusing, nenekku mengambil janur yang berubah menjadi kelapa tadi dan menaruhnya di kebun dekat pohon kelapa tadi. Ketika di pegang dan diangkat, kepala kecil tadi rasanya sangat berat seperti batu, padahal jelas jelas itu adalah kelapa. Namun, nenek segera menaruh di pinggir kebun dan meninggalkannya lalu pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, nenek menceritakan pengalamnnya tadi pada kami sekeluarga. Kami penasaran dan ingin melihatnya tetapi tidak ada yang berani. Akhirnya kami berencana melihtanya di esok hari. Keesokan harinya, aku diajak nenek untuk jalan jalan pagi. Sebenarnya aku masih sangat mengantuk dan ingin tidur lagi. Namun karena nenek bilang akan menunjukkan kelapa yang diceritakan tadi malam, aku akhirnya ikut. Dan ternyata kelapa itu sudah tidak ada. Aku juga tidak melihat janur di sekitar situ. Untungnya, aku bersama nenek dan itu pada pagi hari. Jadi, aku tidak takut.