Pengalaman Misteri di Jogja: Nenekku yang Tak Takut Hantu (Bagian 2)

Cerita lain yang pernah dikisahkan mendiang nenekku kepadaku sebelum beliau meninggal adalah kisah tentang sosok berkaki panjang yang beliau temui di kuburan.

Kaki Panjang Tanpa Badan dan Kepala di Atas Tembok Kuburan

Sobat hantupedia, pernahkah kalian lewat jalan sepi tengah malam yang di sampingnya adalah kuburan? Aku sendiri pernah karena memang untuk menuju rumahku harus melewati kuburan. Meskipun sudah sering lewat, dan mungkin hampir tiap hari lewat, tapi jika lewat sendirian di tengah malam tetap saja merinding rasanya meskipun tidak ada penampakan hantu apapun. Apalagi jika benar-benar melihat penampakan makhluk halus, sudah pasti kapok dan tidak akan mau lagi lewat tempat tersebut.

Namun lain halnya dengan nenekku. Nenekku memang sering lewat kuburan tengah malam. Dulu, nenek saya sering ke masjid tengah malam dan dari rumah menuju masjid atau sebaliknya mau tidak mau harus melewati jalan pinggir kuburan. Di kampungku ada beberapa kuburan dan kuburan yang satu ini sebenarnya buka kuburan besar karena luasnya jauh lebih kecil dari kuburan lainnya.

Waktu itu, nenekku pernah pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat malam. Berangkat sekitar setengah 12 malam dari rumah. Dari rumah menuju masjid satu-satunya di kampungku waktu itu memerlukan waktu sekitar 10 menit. Nenekku biasanya pergi ke masjid untuk sholat malam kadang ada yang menemani atau bareng ke masjid. Kadang 2 orang, kadang 3 orang, namun juga kadang sendirian. Malam itu tidak ada orang lain yang ke masjid bersama nenekku.

Setelah selesai sholat malam dan berdzikir di masjid, nenekku pulang sekitar pukul setengah 1 malam. Jam segini adalah waktu di mana orang orang pada umumnya lebih memilih tidur dibalik selimut yang hangat. Namun karena semangat ibadahnya yang luar biasa, nenekku tak pernah menghiraukan dinginnya malam.

Saat pulang ke rumah dan melewati jalan pinggir kuburan, apa yang nenekku lihat? Sepasang kaki yang panjangnya tidak normal, terlihat jauh lebih panjang dari kaki manusia seumumnya. Kaki itu terlihat seperti orang yang sedan duduk di tembok pembatas kuburan menjuntai dari atas hingga hampir ke tanah. Nenekku yang heran dengan sepasang kaki yang panjang itu melihat dari bawah pelan pelan menuju atas. Hingga atas pagar atau tembok pembatas kuburan, tak terlihat tubuh atau badan dari si pemilik kaki itu alias kaki panjang tersebut tidak memiliki badan.

Kaki yang teruntai panjang itu terlihat berayun ayun dengan santainya. Saking panjangnya ayunan kaki itu hingga ke tengah jalan. Nenekku yang ingin lewat jalan itu lebih memilih menjauhi dan lewat pinggir untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah tanpa menghiraukan kaki itu milik siapa. Dalam hati nenekku, sudah biasa jika tengah malam seperti ini banyak makhluk halus yang usil dan menakut nakuti manusia.

Di pagi harinya, nenek menceritakan pada kami (aku dan kedua orang tuaku). Kami yang mendengar cerita itu malah ketakutan sedangkan nenek yang mengalaminya sendiri justru biasa saja dan tetap lewat jalan pinggir kuburan tersebut setiap tengah malam. Aku jadi berpikir ulang jika harus melewati jalan itu saat malam hari, apalagi kalau sendirian. Namun, saat ini jalan tersebut sudah memiliki penerangan yang cukup sehingga kesan horror lama kelamaan menghilang.