Penampakan Pocong Seram Berbungkus Plastik Gegerkan Jakarta

Bertemu hantu berbungkus yang mirip guling yang dinamakan pocong tentu cukup memicu adrenalin seseorang. Mungkin karena pada dasarnya dalam kehidupan masyarakat ketimuran Indonesia yang kental dengan kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian membalutnya dengan sedemikian mengerikan. Ataukah karena pop kultur diluar sana yang terkemas dalam beberapa media seperti film, berita media massa dan banyak lainnya yang cenderung menggambarkan sosok ini secara eksesif. Sehingga kita memiliki suggesti untuk bisa melihat bayangan penampakan pocong tersebut di kehidupan nyata.

Terlepas dari banyaknya isu penampakan pocong di banyak tempat di Nusantara. Ternyata ada satu fenomena seram yang berkaitan dengan sosok hantu tenar ini. Yakni kejadian di Jakarta tentang kemunculan satu makhluk pocong seram. Yang lain dari sosok ini adalah, jasadnya tidak berbungkus kain kafan seperti pada umumnya. Namun, mayat yang dipocong tersebut berbungkus sebuah plastik yang dibanjiri dengan darah segar mengalir dari tubuhnya.

penampakan pocong seram mengerikan berbungkus plastik disebut pocong plastik di Jakarta

Asal usul kemunculan penampakan pocong plastik di Jakarta

Tentu ada cerita dibalik munculnya hantu pocong mengerikan tersebut seperti layaknya kisah hantu andong pocong yang sempat menggegerkan warga Sidoarjo. Lain cerita dengan cerita yang melatar belakangi munculnya pocong plastik ini. Menurut cerita yang beredar di kalangan masyarakat. Penampakan pocong plastik yang menyeramkan ini dimulai dari sebuah kejadian memilukan yang dialami oleh seorang wanita muda.

Menurut beberapa penuturan warga, beberapa waktu sebelum munculnya sosok hantu pocong ini, pihak kepolisian menemukan mayat seorang wanita muda dengan perut yang besar (hamil tua) yang tewas dengan nahas. Polisi menemukan beberapa bekas tusukan benda tajam dibeberapa bagian badannya, termasuk di bagian perut yang sedang mengandung bayinya.

Tidak menunggu waktu lama, kepolisian segera membawa jasad wanita itu ke rumah sakit untuk segera di otopsi dan diperiksa secara klinis. Konon, jasad wanita malang tersebut tidak henti-hentinya mengucurkan darah keluar dari tubuhnya, hingga membuat mayat tersebut tidak bisa dibungkus dengan kain kafan karena akan ada bercak-bercak merah yang basah. Akhirnya dokter yang menangani mayat perempuan tersebut memutuskan untuk membungkus jenazah tersebut dengan plastic bag atau kantong mayat plastik sebagai pembungkus pengganti kafan.

Bergentayangan meminta dilepaskan ikatan tali pocongnya

Seperti yang kita ketahui dalam banyak penuturan-penuturan dan kisah tentang sosok pocong itu sendiri. Sebenarnya mereka tidak berniat untuk menghantui kita, namun hanya ingin meminta bantuan agar dilepaskan tali pengikat pocong mereka agar mereka bisa beristirahat dengan tenang. Hal serupa terjadi di malam setelah jasad wanita tersebut dikebumikan di pemakaman umum dekat rumahnya.

Warga disekitar pemakaman wanita tersebut geger, karena beberapa warganya mengaku didatangi oleh sosok penampakan pocong plastik yang melayang mengikutinya. Warga yang ketakutan mulai resah oleh kemunculan pocong seram yang berbungkus plastik ini. Kejadian ini menghantui malam-malam warga. Setidaknya hampir lebih dari seminggu lamanya. Hingga akhirnya para warga sepakat untuk membongkar kuburan wanita yang dibungkus dengan plastik tersebut.

penampakan pocong seram berbungkus plastik disebut pocong plastik di Jakarta

Dengan diiringi dengan doa-doa dan bacaan ayat-ayat Al Quran. Para warga menggali kuburan wanita yang ditengarai menjadi penyebab kemunculan penampakan pocong plastik di daerah tersebut. Dengan penuh kehati-hatian, warga kemudian melepaskan ikatan tali pocong plastik jenazah wanita tersebut. Setelah dilakukan prosesi tersebut, penampakan pocong wanita berbungkus plastik tersebut tidak lagi muncul menghantui warga sekitar.

Saat keadaan mulai kondusif dan kembali aman dari sosok pocong seram berbungkus plastik tersebut. Lambat laun isu tentang pocong itu kemudian semakin hilang ditelan sang masa. Sebenarnya hantu wanita tersebut cukup beralasan juga sih meminta agar dilepaskan tali pembungkus mayatnya yang terbuat dari plastik. Soalnya kan beda dengan kain, plastik membutuhkan hampir 5 abad lamanya untuk bisa terurai dalam tanah. Kan bisa kepanasan!?