Palang Hitam: Sang Pengiring Jenazah Tanpa Identitas

Palang hitam – Kita tidak akan pernah tahu dimana dan kapan kematian akan menjemput diri kita. Cara bagaimana kita mengakhiri hidup ini juga masih menjadi misteri yang akan terungkap sejalan dengan waktu yang terus berdetak sedikit demi sedikit. Beruntung bila dipenghujung umur kita, kita dikelilingi oleh orang-orang terdekat, seperti keluarga dan mereka yang peduli dengan kita. Namun, sebuah kemalangan bila kita menghadapi penghujung akhir hidup kita ketika tidak ada orang lain yang mengenal kita.

Ada kisah heroik dari sekumpulan orang-orang yang jarang tersorot berita dan kamera. Mereka diberi julukan “palang hitam” yang juga dikenal sebagai pemburu mayat tanpa nama. Mereka melakukan tugas-tugas sosial untuk merawat mereka yang tidak beruntung: para jenazah dan mayat yang meninggal tanpa orang yang merawatnya.

Palang Hitam Sang Pengiring Jenazah Tanpa Identitas

Mengurus Korban tewas tanpa identitas adalah tugas mereka

Kebanyakan dari tugas-tugas mereka yang disebut palang hitam ini adalah mengurus mayat-mayat ibukota tanpa identitas. Menurut banyak sumber menyatakan bahwa kebanyakan dari mayat-mayat tersebut adalah korban kecelakaan, pembunuhan, maupun mayat-mayat yang ditemukan dibanyak sisi kota Jakarta yang kejam ini. Jenazah yang terbujur kaku mendingin tanpa memiliki orang yang merawat dan memberikan prosesi pemakaman yang layak.

Menurut penuturan dari beberapa anggota Palang hitam yang terdiri dari kurang lebih hampir 50 orang ini. Banyak pula dari mayat tanpa identitas yang mereka rawat sampai ke liang lahat adalah dari panti-panti sosial yang menampung para tuna wisma di Jakarta. Selain itu, mereka juga merawat jenazah korban aborsi atau bayi-bayi malang yang dibuang orangtua nya yang tak bertanggung jawab. Jenazah bayi-bayi dan orok tersebut biasanya ditemukan di got dan bak sampah.

Biasanya jenazah-jenazah ini dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) Pondok Rangon Jaktim atau Tegal Alur Jakbar. Bila anda mungkin mengunjungi tempat pemakaman umum ini. Maka anda bisa mendapati pusara-pusara dengan nisan yang tertulis nama kode dari rumah sakit dan keterangan mayat yang dikuburkan disitu. Seperti Mr atau Mrs, Dewasa atau anak-anak.

Pengalaman misteri petugas palang hitam

Menggeluti pekerjaan mulia yang cukup horor tersebut. Seringkali para petugas palang hitam mengalami beberapa pengalaman mistis yang cukup membuat bulu kuduk bergidik merinding. Sebut saja Rahman (nama samaran) yang merupakan salah satu anggota palang hitam. Dia merupakan pekerja harian lepas yang bergiliran dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemburu mayat tanpa identitas. Dia pernah memiliki pengalaman didatangi sosok perempuan yang setelahnya diketahui sebagai korban pembunuhan. Wanita itu meminta maaf karena telah merepotkan dan berterima kasih karena kebaikan yang telah dia lakukan dengan mengurus jenazahnya.

Lain cerita dengan Abdi (nama samaran) yang merupakan salah satu anggota kesatuan palang hitam pula. Dia pernah bersama ketiga rekannya sedang menunggu jenazah seorang bayi yang sedang diurus dirumah sakit untuk segera dikebumikan. Mayat bayi perempuan itu ditemukan dibuang di truk sampah Pemprov DKI didaerah pasar tomang barat tahun lalu pada pagi hari oleh pemulung. Diwaktu ketika Abdi dan tiga rekannya menunggu di rumah sakit itu, Abdi mendengar tangisan seorang bayi yang meraung-raung memilukan dari ruangan dimana mayat bayi tersebut berada. Dan anehnya hanya dia yang mendengarnya, sedangkan rekan-rekannya yang lain tidak mendengarnya.