Namaku Monica – Kisah Misteri Wanita Penelepon Misterius

Kisah Misteri

“hahaha… mungkin dia itu adalah penggemar rahasiamu yan” – Mas Dayat menertawakan ku sembari memegangi perutnya yang bulat itu. Sedangkan mas Krisna menepuk-nepuk punggung mas Dayat ikut serta dalam pekik tawa mereka. Dua seniorku yang sudah sampai di semester tujuh fakultas Pertanian UGM ini memang suka mengolok-olok diriku.

Namaku Monica - Kisah Misteri Penelepon Misterius

Jelas karena yang tinggal di kos-kosan sederhana dengan cat tembok warna biru ini hanyalah kami bertiga. Dan akulah yang paling muda diantara semuanya. Dan kali ini mereka sedang menertawakan sikap parnoku karena ada satu nomor misterius yang meneleponku selama dua hari berturut-turut. Seorang wanita dengan suara yang cukup imut. Tapi anehnya dia hanya mengatakan satu kalimat yang sama berulang-ulang ketika kucoba untuk melemparkan pertanyaan kepadanya.

Drrngg… Drrrng… Drrng… Drrrg… 

Aku terkesiap. Mas Dayat dan mas Krisna sontak menghentikan tawa mereka. Kali ini diam mereka dipenuhi perasaan gamang. Bukan karena hal lain selain dering handphone mereka yang ikut berdering bersama handphoneku yang tergeletak di atas meja. Mereka memeriksanya dan menemukan satu nomor tak dikenal memiliki digit yang sama persis. Sekarang coba engkau jelaskan padaku secara gamblang. Bagaimana bisa satu nomor yang sama persis menelepon ke tiga handphone yang berbeda secara bersamaan? – kami terhenyak dalam hening, memandangi layar handphone yang terus bergetar.

Mas Dayat dengan tangan yang basah oleh keringat mencoba menekan tombol terima dan mengangkat panggilan itu. Dengan terbata-bata dia menjawab “H… Halo”

Namaku Monica” – Suara gadis itu terdengar tetap menjawab dengan kalimat sama persis seperti yang telah menterorku selama dua hari belakangan.  Namaku adalah Riyan, ini adalah kisah misteri tentang sebuah telepon misterius dari seseorang yang bernama Monica yang terus menghantuiku selama beberapa hari belakangan. Kisah misteri ini juga dialami oleh kedua seniorku yang bernama mas Dayat dan Krisna yang waktu kejadian tersebut akhirnya memutuskan untuk menghabiskan malam di kamarku yang berada di lantai satu.