Mitos Jawa: Jangan Ngelamun Kalo Lagi Jalan di Yogyakarta

0
132

Setiap daerah di Nusantara ini memang sarat dengan banyak sekali cerita legenda dan mitos yang tak terhitung jumlahnya. Salah satu daerah yang memiliki banyak kisah mistis dan urban legend adalah Jawa. Di Jawa banyak sekali mitos yang bisa kita dengar ceritanya, seperti mitos jawa sedulur papat kalima pancer yang oleh tim Hantupedia ulas beberapa waktu yang lalu (disini).

Ada lagi satu mitos jawa yang cukup menyeramkan. Yakni, mitos larangan melamun ketika sedang bepergian di daerah Yogyakarta. Hal ini oleh banyak orang dipercaya berkaitan erat dengan hal mistik bahwa Nyi roro kidul mencari prajurit untuk kerajaannya di laut selatan yang juga telah kami ulas pada kesempatan sebelumnya (disini).

Tim hantupedia sendiri telah mendengar cerita langsung dari narasumber yang pernah hampir saja terjerumus kedalam dunia astral. Hal ini terjadi dikarenakan narasumber melamun ketika sedang berkendara di area Yogyakarta pada malam hari.

Pengalaman Misteri perjalanan astral pak kasto

Sebut saja namanya pak kasto (nama samaran). Beliau bercerita kepada tim hantupedia bahwa suatu saat dia hendak mengunjungi rumah kerabatnya yang ada di daerah Concat (Condong Catur). Dia berangkat mulai jam 11 malam dari rumahnya yang berada dilempuyangan. Karena ingin cepat, dia mengambil jalur Balai Yasa jalan Kusbini dari arah UKDW. Nah pada saat melewati jalan yang cukup mencekam itu, pak Kasto sedikit melamun.

Baca juga tentang ulasan angkernya Balai Yasa, Jalan Kusbini Yogyakarta (disini)

Ketika sudah sampai pada penghabisan jalan Kusbini kejadian aneh terjadi. Menurut penuturan pak Kasto, waktu itu dia tidak melihat ada satupun mobil atau kendaraan bermotor dijalan yang dia lalui. Jalan begitu lenggang dan terlihat sepi. Hanya segelintir orang yang lewat dengan sepeda dan berjalan kaki. Namun orang-orang itupun juga terlihat sangat aneh karena kebanyakan memakai baju adat jawa yang kuno.

yogyakarta-tempo-dulu

Entah kenapa waktu itu seperti ada yang membisiki saya untuk berbelok ke arah kanan, padahal seharusnya kalau saya ingin ke arah concat, saya harus belok ke kiri – tutu pak Kasto

Hal yang aneh lainnya adalah entah kenapa pak Kasto merasakan bahwa dirinya selalu ingin berbelok ke arah kanan. Setiap kali ada persimpangan, dia sudah bisa dipastikan akan mengambil jalan ke arah kanan. Karena keanehan-keanehan tersebut pak Kastopun kemudian menghentikan kendaraan bermotornya untuk mencoba membaca situasi yang terjadi disekelilingnya.

Tak lama setelah pak Kasto berhenti, dia dikagetkan oleh suara klakson bus pariwisata. Dia tersadar kembali karena hal itu. Ketika dia melihat daerah sekitar dan mencoba untuk memahami apa yang terjadi. Ternyata dia sudah berada di daerah Jokteng (pojok Benteng) Barat yang berada di daerah selatan keraton. Daerah tersebut notabene berlawanan arah jauh sekali dari tujuan awal pak Kasto, yakni Concat. Sungguh kejadian astral yang tidak bisa dipercaya.

peta-perjalanan-astral-pak-kasto

Warna hijau adalah daerah tujuan awal pak Kasto (Concat – Condong Catur)

Warna Kuning adalah area Jalan Kusbini (lokasi awal pak Kamto mulai melamun)

Warna Merah adalah Jokteng Barat (lokasi ketika pak Kamto sadar)

Keterkaitan dengan mitos jawa dilarang melamun ketika berkendara di Jogja?

Pengalaman pak kasto itu kemudian diceritakan kepada teman-temannya. Kemudian ada beberapa teman yang mengetahui mitos jawa larangan melamun ketika berkendara di Yogyakarta ini.

Untung kowe nyadar mas.. nek ora wes tekan laut kidul sampean (Untungnya kamu bisa sadar, bila tidak bisa-bisa sampai laut selatan) – kata teman pak Kamto

Mitos jawa larangan agar tidak melamun saat berkendara di Yogyakarta ini sebenarnya sangat dipercaya oleh orang-orang yogyakarta.  Hal ini dikarenakan ada banyak kasus orang hilang tanpa jejak yang terjadi di kota ini. Memang sih kemungkinannya banyak sekali ketika dihadapkan kasus orang hilang, namun kebanyakan orang percaya bahwa mereka dibawa oleh Nyi Roro kidul untuk menjadi prajurit kerajaannya. Percaya nggak percaya sih…

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here