Misteri Roh Niyang (Nenek) Penjual Kue Di Pasar

roh-niyang-1

Misteri roh – Kali ini aku akan bercerita tentang kisah nyata. Kisah ini tentang aku yang melihat roh niyang (bahasa Bali yang artinya nenek) penjual kue di pasar yang sering aku kunjungi bersama meme (bahasa Bali yang artinya ibu). Saat kecil aku sering melihat berbagai kejadian aneh yang berhubungan dengan roh. Dan kejadian yang satu ini aku alami saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar dan pada waktu itu aku tinggal di asrama Denpasar Bali. Mungkin kita pernah atau bahkan sering mendengar mitos orang mati. Bahwa seseorang yang baru saja meninggal atau beberapa hari setelah meninggal dipercaya rohnya masih tetap terbang dan belum pergi ke alam baka. Roh tersebut berkeliaran di dunia hingga hari yang keseratus rohnya akan menghadap Sang Pencipta. Misteri roh yang berkeliaran tersebut hanya sebatas kepercayaan saja bagi beberapa orang. Namun bagiku, itu merupakan hal yang mungkin benar karena aku sendiri mengalaminya.

Seperti biasanya setiap jam 4 pagi aku selalu mengantar meme pergi ke pasar. Meme biasa menitipkan kue jualan kepada salah satu niyang di pasar. Karena hari hari sebelumnya tidak ada kendala dan terjadi. Seperti biasanya maka pagi ini akau berjalan kaki menuju pasar bersama meme dengan perasaan yang biasa saja dan tidak ada keanehan yang terjadi. Sesampainya di portal pasar, warung niyang sudah terlihat dan saat itu aku melihat niyang sedang membersihkan meja jualannya. Niyang tampak sedang mengelap ngelap menjanya kemudian menundukkan diri ke bawah meja hingga tidak terlihat. Posisi meja yang digunakan niyang ini sangat tinggi. Hampir tidak ada celah sehingga aku tidak dapat melihat sedang apa niyang saat itu.

Ketika aku dan meme menghampiri dan mendekati meja jualannya tersebut. Aku dan meme memanggil manggil niyang yang saat itu masih belum berdiri. Namun niyang tidak kunjung berdiri dan kami pun menunggu sambil duduk di bangku depan meja karena meme beranggapan bahwa niyang sedang mempersiapkan jualannya di bawah meja. Selang menunggu beberapa pengunjung yang ingin menitipkan barang jualannya serta pengunjung yang merupakan pelanggan niyang datang dan ikut menunggu juga. Namun keanehan terasa ketika niyang tidak lagi berdiri dalam waktu satu jam aku dan meme menunggu. Meme menatapku dan aku pun menatap meme penuh arti. Kemanakah sosok niyang yang tadi sempat aku lihat?

Nenek penjual kue yang ternyata telah meninggal

Tidak lama kemudian datang seorang pria yang merupakan penjaga pasar menghampiri kami dan para pengunjung lainnya dengan membawa kabar bahwa niyang jam 4 pagi tersebut kecelakaan di depan kuburan pasar dan meninggal di tempat. Lantas aku terdiam dan berfikir, siapakah tadi yang membersihkan meja ini. Apakah itu roh niyang? Siapa itu?

Kala itu diusiaku yang masih sangat kecil aku tidak banyak berbicara dan hanya diam ketika mengalami kejadian kejadian aneh seperti ini. Entah meme melihat juga atau tidak tapi waktu itu aku benar benar melihat sosok niyang dengan jelas sedang membersihkan meja jualannya ini. Mendengar penjelasan tersebut semua pengunjung terkaget dan turut berduka kemudian kembali kerumah masing masing dan begitu juga dengan aku dan meme.

Melihat barang dagangan yang dibawa kembali kerumah, bapak bertanya kenapa kami. Dan meme pun menjelaskan bahwa niyang tempat biasa menitipkan kue dagangan meninggal. Namun aku pun juga tetap diam dan tidak menceritakan apa yang telah aku lihat saat itu. Entah mengapa mulut ini seperti terkunci dan tidak ingin memberi tahu. Hingga usiaku beranjak dewasa dan aku telah meninggalkan kota tersebut. Misteri roh niyang ini tetap melekat di pikirannku dan tetap membayangi hingga detik ini aku mampu untuk menceritakannya.