Mengenal Weton, Budaya Jawa yang Mempengaruhi Banyak Aspek Kehidupan

Kehidupan manusia memang penuh dengan polemik yang kompleks. Manusia memiliki rasa, karsa dan cipta yang membuatnya bisa bertahan dalam lingkungan hidup di dunia. Dalam kehidupan masyarakat, tentu manusia menciptakan beragam norma-norma dan nilai luhur. Dan setiap daerah memiliki keunikan dalam hal tersebut. Contohnya saja masyarakat Jawa dan kehidupan tradisi sejak dulu tentang kepercayaan atas Weton.

Apa itu sebenarnya Weton?

Bagi sobat hantupedia yang merupakan orang dari Jawa. Pastilah istilah weton bukanlah merupakan hal yang teramat asing di telinga. Bahkan istilah ini pun sudah terdengar familiar secara luas di telinga masyarakat Nusantara sebagai salah satu bentuk kebudayaan yang perlu dilestarikan keberadaannya. Lalu apa sih sebenarnya weton itu?

klenik, tradisi dan mitos Jawa tentang weton yang digunakan untuk meramal nasib dan menentukan hari baik dan buruk

Dalam tradisi masyarakat Jawa, kata weton bermakna “kelahiran”. Kelahiran seseorang di dunia ini merupakan sebuah anugerah dari sang pencipta. Dan dalam kehidupan masyarakat Jawa, mereka percaya bahwa hari dan tanggal dimana seseorang lahir ke dunia ini memiliki pemaknaan khusus yang berhubungan dengan karakter ataupun kepribadian dan ramalan masa depan seseorang.

Menurut masyarakat Jawa, Weton menentukan nasib

Hanya ada dua jenis nasib, yakni nasib baik dan nasib buruk. Hal inilah merupakan salah satu aspek yang kemudian banyak orang Jawa hubung-hubungkan dengan weton. Bahkan dalam tradisi orang Jawa, seseorang bisa merubah nasib atau menghindari nasib buruk dengan memperhatikan weton. Konon dalam banyak literatur Jawa mengatakan bahwa sejak lahir, nasib seorang sudah ditentukan. Oleh karenanya dengan menghitung weton dan menyadari betul “hari-hari kesialan” pada diri seseorang berdasarkan hal itu dipercaya bisa menjadi antisipasi atas ketidak mujuran yang akan terjadi.

weton dalam budaya jawa dan mitos serta klenik masyarakat jawa

Menghitung weton untuk meramal masa depan

Bila secara umum kita mengenal tanggal lahir dengan hanya menggunakan penomoran hari, tahun dan bulan. Maka di dalam kebudayaan orang Jawa ada weton yang memberikan kombinasi pada hari pasaran jawa dengan hari kelahiran seseorang (dikenal dengan sebutan Neptu atau Nilai). Kemudian Neptu inilah yang digunakan sebagai pegangan untuk meramal keadaan seseorang seperti ramalan jodoh, tanggal pernikahan, acara-acara tertentu dan masih banyak lagi. Cara paling mudah untuk menggunakan tabel Neptu hari dan pasaran Jawa.

Ada 5 nama pasaran Jawa, yakni Pahing, Pon, Wage, Legi, dan Kliwon.

Pasaran Jawa Angka
Pahing 9
Pon 7
Wage 4
Legi 5
Kliwon 8

Sedangkan angka untuk hari-hari Senin sampai dengan Minggu adalah sebagai berikut:

Hari Angka
Senin 4
Selasa 3
Rabu 7
Kamis 8
Jumat 6
Sabtu 9
Minggu 5

Dengan adanya tabel angka diatas kita bisa menghitung weton kita. Contoh kasus misalnya ada lahir pada Hari Jumat (6) dan Pasaran Jawa Kliwon (8). Maka sobat hantupedia tinggal tambahkan saja keduanya, dan anda akan mendapati jumlah angka 14. Nah, angka inilah yang kemudian digunakan orang-orang di Jawa untuk acuan tentang peramalan dalam banyak hal. Termasuk menentukan jodoh dan tanggal-tanggal penting untuk melakukan acara.

foto pernikahan adat jawa yang konon harus menggunakan perhitungan weton agar tidak mengalami nasib buruk

Istilah-istilah peramalan nasib dalam weton

Dalam hal penentuan jodoh, ada sekitar 40an lebih pemasangan angka Neptu kedua belah pihak. Setiap pemasangan tersebut ada istilah Sandang, papan, pangan, loro, dan pati yang merupakan acuan nasib seseorang berdasarkan perhitungan neptu weton. Dalam pemasangan akhir weton yang digunakan dalam jodoh biasanya ada perhitungan sisa dari 1 hingga.

7 istilah pada sisa Neptu untuk ramalan rumah tangga

Dalam kitab-kitab primbon Jawa ada banyak istilah yang digunakan dalam perhitungan angka neptu sisa dalam sebuah perhitungan weton. Istilah-istilahnya adalah sebagai berikut:

  • WASESO SEGORO untuk neptu dengan sisa angka 1, sisa angka ini memiliki ramalan rumah tangganya akan memiliki perwatakan baik dan penuh wibawa serta budinya.
  • TUNGGAK SEMI untuk neptu dengan sisa angka 2, sisa angka ini meramal tentang rumah tangga yang banyak dan mudah rezekinya.
  • SATRIO KANG WIBAWA untuk neptu dengan sisa angka 3, keluhuran dan mulia merupakan hasil yang diramalkan dari sisa angka ini
  • SUMUR SINABA untuk neptu dengan sisa angka 4, untuk sisa angka ini diramalkan rumah tangganya akan menjadi “role model” untuk banyak orang, dan dijadikan teladan.
  • SATRIAO KEWIRANGAN untuk neptu dengan sisa angka 5, dengan ramalan rumah tangga yang diliputi rasa malu dan kenistaan
  • BUMI KAPETHAK untuk neptu dengan sisa angka 6, Memiliki ramalan rumah tangga yang penuh polemik dan kesusahan, namun tetap kuat dengan kesabaran dan kerja keras
  • LEBU KATIUP ANGIN untuk neptu dengan sisa angka 7, Duka dan kesulitan dalam meraih cita-cita untuk sisa angka 7

Sebenarnya masih ada banyak sih hal-hal klenik yang bisa kita pelajari dari mitos jawa Weton ini. Mungkin kami akan mengulasnya lebih jauh lagi pada beberapa aspek di kesempatan selanjutnya. Tentu bagi beberapa sobat hantupedia yang memiliki religiusitas tinggi, hal ini tak bisa dipercaya. Namun bagi beberapa orang, hal ini merupakan aturan yang baku dan harus dipatuhi. Untuk percaya atau tidaknya sih, semuanya terserah anda. Kami hanya memberikan informasi untuk sekedar pengetahuan saja tentang tradisi jawa ini agar tetap lestari.