Membuka Tabir Mistis Akar Mimang Di Tanah Jawa

Sampai saat ini, Bahasa jawa masih dianggap sebagai bahasa yang adi luhung dan jelas memperhatikan kesopanan dalam percakapan. Sehingga suku jawa kerap menyerupakan atau mengumpamakan suatu kejadian yang sulit untuk diungkapkan. Hal ini hanya untuk untuk memudahkan seseorang mengekpresikan pesan dari suatu sifat dan bentuk benda lain untuk diterapkan pada konteks percakapan mereka. Kebanyakan, benda yang dijadikan perumpamaan adalah benda-benda yang paling dekat dengan masyarakat jawa seperti tumbuh-tumbuhan. Setiap tumbuhan dan bagiannya mewakili suatu makna dan kebanyakan mengarah pada bagian buah, daun, dan batang. Tapi hanya ada satu perumpamaan yang menggunakan akar, yakni  koyo kelangkahan oyot mimang ‘seperti melangkahi akar mimang‘. Akar mimang digunakan sebagai media perumpamaan karena adanya efek yang sama antara seorang yang melangkahi akar mimang dan seseorang yang tersesat.

image-1

Akar mimang atau kerap disebut akar rimang adalah bagian mistis kehidupan Jawa. Jika suatu hal mempunyai asal usul, tempat permulaan, maka akar mimang sampai saat ini belum diketahui dari mana asalnya, tempat mencarinya, dan dari mana kekuatan tersebut muncul. Hanya saja, mitos akar ini tumbuh dari akar beringin yang menggantung. Bukannya menghujam ke tanah, akar ini justru melingkar dan membentuk simpul. Oleh sebab itu, akar mimang ini dianggap sebagai salah satu pusaka nusantara yang sangat bertuah. Banyak para pesohor dunia mistis berani merogoh kocek mereka demi mendapatkan akar ini. Maklum saja, akar ini mampu menjadi pagar ghaib (sekir) dan alat menyesatkan orang. Sebagai sekir, akar mimang disimpan dalam rumah dan bagi siapa yang mempunyai sifat jahat akan kebingungan atau linglung tidak mempunyai tujuan. Efek yang paling jelas, orang tersebut akan berjalan di area rumah, tapi baginya sudah berjalan sangat jauh. Dia akan sadar kembali saat pemilik rumah menepuk pundaknya.

image-2

Sedikit berbeda, alat penyesat ini dapat berdampak pada siapa pun yang melangkahinya. Jenis akar mimang ini belum mempunyai tuan dan dapat berada dimana saja. Termasuk di kawasan Ring Road Barat kawasan Nogotirto-Yogyakarta. Daerah ini terbilang minim penerangan di tahun 2010 daripada jalan lingkar lainnya. Hal ini dibuktikan oleh sahabat pria saya yang diindikasi terkena akar mimang selepas nongkrong bareng sekitar pukul satu di daerah Blibis Tirto dan dia memaksa untuk pamit pulang-sendirian.

Di tengah perjalanan, dia tidak mendengar apapun selain dia sendiri. Dia merasa mengetahui semua yang dilihat tapi tidak dapat menghentikan langkahnya. Sesekali dia merasa ingin berhenti atau bertanya arah, namun hal tersebut tidak dapat dilakukannya.  Akhirnya pukul 05.00 pagi, seseorang menghubungiku dengan ponsel temanku itu pasca mengecek perpesanan. Dia mengaku sebagai warga Cebongan dan memintaku untuk menjemput temanku. Bapak tersebut bercerita kalau temanku ini berhenti didepan mushola depan rumahnya. Dia hanya duduk membungkuk di samping motornya yang jatuh penuh lumpur di selokan samping masjid.

Media akar mimang ini setidaknya mempunyai dua fungsi yang sudah terkenal dikalangan dunia magis. Akar mimang dapat membuat seseorang yang berniat jahat akan linglung atau lali jiwo. Fungsi mistis ini dapat berdampak positif bagi seorang pedagang. Kedua, akar mimang yang tidak bertuan dapat mengenai siapa saja. Oleh karena itu, baca pembaca saya sarankan untuk selalu berdoa sebelum melangkah dari rumah supaya dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa supaya di jauhkan dari perkara buruk.