Legenda Hantu Suster Maria yang Suka “Nebeng” di Kawasan Volker

Bagi sobat pembaca hantupedia yang tinggal di daerah Balikpapan, terutama yang berdekatan dengan daerah gunung dubs yang merupakan kawasan cukup tinggi yang dikenal sebagai kawasan Volker. Daerah ini juga diapit Gunung Pancur dan jembatan gantung di dekatnya yang tak terawat ini terkenal sebagai saksi bisu yang menyisakan puing-puing kejinya pendudukan Jepang di Indonesia. Hal itu berkaitan erat dengan kentalnya legenda yang menjadi rahasia umum orang-orang Balikpapan. Legenda hantu Suster Maria.

Lalu sebenarnya apa sih yang terjadi di kawasan tersebut dan hubungannya dengan hantu suster maria yang terkenal disana? Apa sejarah kelam yang ada dibalik legenda yang membuat orang bergidik ketakutan ketika mendengarnya itu? Kami akan coba menguaknya secara lengkap dalam artikel ini. Cek deh!

Legenda Hantu Suster Maria yang Suka Nebeng di Kawasan Volker

Kisah kekejaman tentara Jepang di Balikpapan di balik legenda hantu suster Maria

Di sekitar tahun 1941 – 1942, Jepang yang menyombongkan diri dengan menggelar peperangan besar di dunia mulai menunjukkan tajinya di negara-negara Asia Tenggara. Salah satunya Indonesia yang menjadi negara yang diduduki kepemerintahan Jepang saat itu. Belanda yang sudah memegang kekuasaan di banyak daerah di Indonesia mulai dilumpuhkan satu persatu. Dan tak ayal perbuatan-perbuatan keji tentara Jepang sudah sangat terkenal bergaung dalam lembaran-lembaran sejarah. Dari mulai kekerasan fisik, perlakuan tidak senonoh, hingga pembantaian banyak terjadi.

Contoh yang banyak di dengar adalah kekejaman yang dilakukan oleh tentara Jepang ketika merebut kantor pemerintahan lokal Belanda yang ada di Semarang yang sekarang dikenal dengan bangunan lawang sewuSelain itu, kami juga pernah menjelaskan tentang tragedi romusha di bukit Soeharto yang menyimpan banyak cerita perih kekejaman mereka.

Balikpapan juga tidak luput dari hal itu. Pemerintahan Jepang yang menyadari adanya kilang minyak yang berada di daerah tersebut berusaha untuk menguasainya. Mereka merebutnya dengan paksa, dan tanpa pandang bulu menyiksa dan membunuh orang-orang Belanda yang ada disana untuk mencapai tujuannya itu. Dan salah satu diantara banyaknya korban kejinya tentara Jepang waktu itu ada seorang suster bernama Marie Van Veenen atau yang dikenal banyak orang dengan suster Maria.