Legenda Hantu Bongkok Edwin Van Brower di Jantung Kota Palembang

Legenda hantu – Bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial memang selalu memberikan kesan yang mencekam. Entah karena alasan apa. Bangunan-bangunan bersejarah itu seolah terbungkam bersama ratusan kisah-kisah masa lalu yang telah lama memberikan luka dalam detik sang waktu. Tak terhitung jumlahnya daerah-daerah di Indonesia ini yang masih banyak bisa kita temukan banguan-bangunan peninggalan semacam demikian tersebar di mana-mana. Salah satu kota yang memiliki beberapa gedung dan bangunan bersejarah nan terawat dan asri. Membaur dengan lini masa kehidupan masyarakat yang semakin modern adalah kota Palembang.

Ada salah satu bangunan peninggalan pemerintah kolonial di Palembang yang terkenal dengan kisah-kisah legenda hantunya. Bangunan yang kisahnya simpang siur terdengar dan banyak diceritakan oleh khalayak ramai adalah bangunan yang dinamakan “kantor ledeng”. Sebuah bangunan yang kini sudah beralih fungsi menjadi gedung walikota ini ternyata memiliki satu kisah legenda urban yang cukup bisa membuat bulu kuduk berdiri!

Gedung ledeng dan Sejarah kolonialnya yang kelam

Bila menelisik deretan kisah sejarah. Banyak sumber yang menuturkan bahwa bangunan tinggi menjulang yang menggoda mata untuk melihatnya ketika kita melewati jalan Merdeka ini sebenarnya dulu difungsikan sebagai menara air. Tercatat kira-kira konstruksi bangunan ini dimulai sekitar tahun 1920an keatas. Dimana masa itu memang pemerintahan kolonial sedang gencar dalam pengembangan kota. Dalam masterplan dan bluprint tata kota pada saat itu, pemerintah setempat menggunakan skema kota dengan kesatuan sistem air yang tunggal sebagai sumber air bersih dan sarana lain penduduk sekitar.

Legenda Hantu Bongkok Edwin Van Brower di Jantung Kota Palembang

Dipimpin oleh seseorang pengembang dan ahli bangunan bernama Snujyf. Sekitar tahun 1929, pemerintahan tertinggi daerah memutuskan untuk membangun bangunan menjulang tinggi yang berfungsi sebagai menara air. Bangunannya cukup unik dengan polesan gaya arsitektur eropa yang memiliki atap flat mendatar. Dengan dilengkapi saluran air dengan tinggi sekitar 6 merer dengan bak penampung air yang cukup besar, bangunan ini berfungsi sebagai sistem distribusi air bersih penduduk.

Dalam pengoperasian sistem air di gedung tinggi yang lantai bawahnya digunakan sebagai kantor pusat pemerintahan tersebut. Tentu diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengurusnya. Hingga akhirnya ditunjuklah satu orang bernama Edwin Van Brower yang merupakan seorang ahli pengoperasian sistem air yang didatangkan langsung dari Belanda.

Nahas nasib Edwin Van Brower sebagai pekerja ahli air di gedung tersebut yang menjadi salah satu korban tewas dalam sebuah pertikaian  yang terjadi di gedung itu. Beberapa sumber menyatakan bahwa peristiwa itu berkaitan dengan pemberontakan oleh penduduk lokal yang berkaitan dengan permasalahan suksesi. Beberapa sumber lain juga menyatakan bahwa peristiwa tersebut ada sangkut pautnya dengan usaha Jepang menduduki setiap daerah di Nusantara.

Kematian tragis Edwin Van Brower yang membuatnya tidak tenang

Banyak sumber yang menuturkan bahwa peristiwa yang banyak memakan korban tersebut terjadi dengan tidak manusiawi. Beberapa orang Belanda yang berada di gedung tersebut diarak ke tengah-tengah ruangan lalu ditembaki kaki dan bagian tubuhnya Mereka ditembaki namun tidak sampai meninggal. Mereka dibiarkan berteriak-teriak kesakitan sembari di pukuli dengan tanpa ampun hingga akhirnya lemas dan mati. Salah satu korban yang diperlakukan tidak manusiawi itu adalah ahli air bernama Edwin Van Brower tersebut.

Legenda Hantu kakek bongkok Edwin Van Brower penunggu menara air gedung ledeng Palembang

Seakan tidak tenang dengan kematiannya, konon sosok hantu Edwin Van Brower sering menampakkan diri di gedung tempat ia bekerja sebagai ahli air ini. Banyak orang-orang yang melintasi bangunan tinggi ini di malam hari mengaku melihat sosok kakek tua dengan badannya yang bongkok memegang tongkat kayu penuh luka (mungkin karena siksaan pada peristiwa pertikaian saat itu). Sosok kakek-kakek itu mengenakan baju jas berwarna biru yang menurut banyak orang merupakan seragam petugas menara air di zaman kolonial dulu.

Penampakan sosok legenda hantu Edwin Van Brower ini pun berubah-ubah. Terkadang ia tampak berdiri di gedung bagian muka. Terkadang pula bahkan dia tampak berdiri di atas gedung tinggi itu. Dengan pandangannya yang sayu menyiratkan kepedihan. Sosok legenda hatu Edwin Van Brower ini seakan-akan melemparkan pandangannya melabur merenungi dan mencoba mencari-cari alasan kenapa dia harus mati dengan cara yang tidak manusiawi saat itu.

Bisa dibilang gedung menara air ini adalah salah satu landmark kota Palembang yang mempercantik gemerlapnya lampu-lampu jalan. Coba deh sobat hantupedia main-main ke gedung ini di malam hari. Siapa tahu bisa ketemu langsung dengan sosok legenda hantu Edwin Van Brower ini. hehe..