Konon Tradisi klenik dari Negara Seberang ini Bisa Amankan Rumah Dari Hantu

Tentu kita semua tidak ada yang mengharapkan sosok mengerikan seperti hantu atau jin dan sebangsanya dengan seenaknya masuk kerumah kita. Banyak orang di Indonesia melakukan berbagai penangkal hantu berdasarkan banyak kepercayaan dari daerah setempat maupun dengan pendekatan spiritual. Cara yang dilakukan pun sangat beragam. Seperti menanam pohon tertentu, memelihara hewan tertentu, memasang jimat dan lain sebagainya. Dengan media hal-hal tersebut, paling tidak penghuni dari rumah tersebut bisa menghela nafas lega. Karena hantu maupun makhluk astral lainnya bisa menjauh dan tidak bisa masuk ke rumah. Nah, berbicara soal tradisi klenik tersebut, di negara-negara tetangga kita ternyata memiliki beberapa yang unik lho! Kami akan coba ulas disini:

Tradisi Klenik genteng berkelok di China

Bila sobat hantupedia sering jalan-jalan ke China. Atau paling tidak pernah mengunjungi klenteng terdekat yang merupakan tempat peribadatan orang-orang keturunan Tionghoa, maka anda pasti sudah tahu betul bagaimana desain arsitektur yang digunakan. Semua ornamentasi menggunakan warna merah cerah. Interior juga dibuat sedemikian rupa untuk memenuhi kaidah-kaidah Feng Shui. Salah satu bagian dari bangunan yang mengandung tradisi klenik khas China adalah bentuk genteng yang berkelok atau meliuk. Konon genteng rumah khas Tionghoa memang sengaja dibuat demikian. Ini berdasarkan kepercayaan bahwa roh halus ataupun hantu hanya bisa menembus bidang yang lurus saja. Hal ini ternyata tak hanya di aplikasikan dalam segi bagunan saja lho. Bahkan beberapa jalan di China sana memang sengaja dibuat berkelok dan melengkung agar tidak ada hantu yang iseng.

genteng rumah di China yang dibuat meliuk dan berkelok agar hantu tidak bisa masuk ke dalam rumah

Tradisi di Afrika dan kepercayaan tentang ketakutan hantu pada Air

Dataran Afrika memang dikenal sarat dengan banyak sekali hal mistis. Banyak suku-suku pribumi yang masih menganut sistem kepercayaan yang menganggap alam dan roh halus adalah substansi yang memenuhi bumi. Salah satu suku yang kental dengan hal tersebut adalah suku Gullah. Mereka memiliki kepercayaan dan tradisi klenik bahwa hantu maupun roh jahat memiliki kelemahan, yakni air. Oleh karenanya kebanyakan dari penduduk suku Gullah menyiasati hal ini dengan cara mengecat kediaman mereka dengan warna air (biru) dengan keyakinan bahwa mereka bisa menipu hantu agar tidak memasuki rumah mereka.

rumah suku Gullah yang menggunakan warna biru agar hantu tidak berani masuk

Tradisi klenik “kimon” dan sudut rumah di Jepang

Bagi kebanyakan masyarakat oriental di Jepang, ada semacam kepercayaan bahwa sebenarnya sudut rumah atau pojokan rumah merupakan Kimon. Kimon sendiri merupakan istilah yang berarti gerbang setan dimana sering sekali digunakan oleh para makhluk astral untuk menyusup dan masuk kedalam rumah. Untuk mencegah hal itu terjadi, para masyarakat Jepang biasanya akan memenuhi pojokan rumah dengan benda-benda maupun ornamentasi tertentu sebagai “penghalang” dari pintu masuk para makhluk gaib tersebut.

kimon atau gerbang setan yang dipercaya orang Jepang terletak pada pojokan ruangan

Orang thailand dan kepercayaannya tentang kewajiban membuat rumah hantu

Lain cerita dengan negara Thailand. Kalau di China dan Jepang masyarakatnya lebih melakukan pencegahan dengan memodifikasi beberapa bagian dari rumah, rakyat Thailand malah memberikan semacam “penghormatan” untuk para makhluk halus tersebut. Hal ini dilakukan dengan cara membangunkan semacam “rumah hantu” di luar rumah mereka. Rumah hantu buatan ini tak lain dan tak bukan bertujuan agar hantu tidak masuk ke rumah manusia karena mereka memiliki kediaman mereka sendiri. Bila anda pergi mengunjungi Thailand, mungkin anda akan menemui beberapa rumah yang memiliki semacam rumah kecil di depan rumahnya yang penuh dengan sesajen. Nah, itulah rumah hantu tersebut.

tradisi rumah hantu kecil dalam kepercayaan masyarakat Thailand agar rumah bebas dari hantu

Drainase hantu dalam tradisi dan kepercayaan orang Filipina

Dalam kehidupan masyarakat Filipina. Mereka memiliki cara dan tradisi klenik dimana mereka akan membangun semacam drainase di ruang bawah tanah mereka. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar hantu yang tinggal di ruang bawah tanah bisa keluar melalui jalan yang lain (tidak melalui pintu utama sebuah rumah). Hal ini juga dilakukan dengan tujuan agar hantu bisa lepas atau datang dan pergi dengan leluasa tanpa mengganggu pemilik rumah tersebut.