Kisah Misterius Lembur Malam Mahasiwi Jurusan Arsitek UII

Aku, Dea dan Rifki sudah cukup lama berada di ruangan praktik di lantai 3 ini. Kami menghabiskan waktu sedari tadi pukul 11 malam hingga sekarang jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Memang sih, bukan suatu hal yang umum bila mahasiswa tetap berada dilingkungan fakultas diatas tengah malam. Tetapi berbeda dengan kami, para mahasiswa dan mahasiswi jurusan arsitektur. Kita punya akses khusus ke dalam fakultas karena departemen kami mengharuskan untuk banyak menyelesaikan tugas hingga larut malam.

FTSP saat itu entah kenapa sangat sunyi. Tak ada gemuruh-gemuruh keluh dari para mahasiswa lain yang ikut lembur tugas kampus malam itu. Yang terdengar hanyalah lengus nafas lelah dari kami bertiga.

“Duh laper banget nih… makan yuk” – ungkap Dea yang sedari tadi merasa frustasi dengan garis-garis bluprint proyek bangunan yang dia rancang sebagai tugas presentasi makul konteks perkotaan. Di hadapannya masih ada beberapa buku tebal yang menumpuk belum terbaca seluruhnya.

“Iya nih… Makan dulu yuk kita” – tambah Rifki setuju. Aku menggeleng.

“Kalian duluan aja, nanti gue nyusul” – aku menyeru pada mereka berdua. Bagiku lapar tidak boleh mengganggu konsentrasiku dalam belajar. Masih ada setumpuk laporan yang perlu ku selesaikan malam itu. Aku bersikaras untuk tetap tinggal. Rifki memastikan kepadaku lagi dengan bertanya “beneran nih nggak pa pa kita duluan?” dengan raut wajah yang penuh kecemasan. Aku mengangguk pelan.

Aku tahu maksud dari iras wajah Rifki saat itu. Aku juga telah beberapa kali mendengar desas-desus dan cerita yang cukup santer dibicarakan oleh banyak mahasiswa di fakultasku ini. Banyak kejadian janggal yang terjadi di dalam fakultas saat malam hari. Ada yang bilang bahwa hal anomali itu terjadi karena sejarah pembangunan fakultasku ini. Dimana ketika pertama kali dibangun, pihak konstruksi menemukan banyak sekali kerangka manusia ketika menggali tanahnya.