Kisah Cinta Perih dalam Cerita Rakyat Nisan Berdarah di Martapura

Cerita rakyat – Cinta adalah badai. Itulah yang banyak orang metaforkan tentang cinta. Mulianya cinta memang merupakan hal yang sangat aneh di dunia ini. Dia bisa menyebabkan seseorang merasa geli oleh banyak kupu-kupu yang berterbangan di dalam kepala dan perutnya. Dia bisa pula membuat seseorang hidup bagaikan ditikam ribuan pisau nan tajam dan menyakitkan. Kisah menyeramkan bukan hanya terbatas kepada kisah-kisah hantu dan penampakan yang sering kita dengar dari banyak penuturan. Bahkan ada segelintir kisah-kisah menyeramkan tersebut ternyata memiliki asal usul yang cukup menyentuh hati. Salah satunya cerita rakyat Martapura tentang legenda Nisan Berdarah ini.

Konon di daerah Martapura. Disebuah pusara yang berada di antara lebatnya pohon-pohon karet di Tungkaran, bersemayam satu jenazah yang cukup menyedihkan kisah selama hidupnya. Beberapa saksi menyatakan bahwa di malam-malam tertentu, sekitar waktu menjelang subuh yang hujan, nisah dari kuburan itu akan memerah oleh noktah-noktah darah yang melumurinya.

Kisah Cinta seorang pembantu dan anak majikan

Cerita rakyat tentang nisan berdarah ini cukup terkenal di antara masyarakat Martapura. Menurut para sumber yang tim hantupedia temui dahulu kala ada sebuah rumah besar milik seorang saudagar kaya di daerah tersebut (sekarang merupakan kampung Melayu). Saudagar tersebut memiliki kediaman nan besar serta lahan pertanian yang luas, termasuk kebun karet yang terletak diseberang sungai yang berada di samping rumah besar tersebut. Saudagar kaya tersebut memiliki banyak pekerja dari desa sekitar yang bekerja untuknya. Salah satunya adalah seorang pemuda tampan dan sholeh dari desa Pekauman Teluk Selong.

Pemuda itu bernama Mashor. Dia orang yang ta’at beribadah dan memiliki tabiat baik serta pekerja keras yang jujur. Dia terlahir dari keluarga yang kurang mampu di dusun tersebut. Kedua orang tuanya sakit sehingga dialah yang kemudian membanting tulang untuk merawat mereka dengan bekerja sebagai pembantu di rumah saudagar kaya tersebut. Pekerjaan sebagai pembantu yang dilakoninya sangatlah beragam. Dia membersihkan halaman, memotong kayu bakar, dan memikul barang-barang berat dan banyak lagi.

Hari demi hari Mashor bekerja di rumah tersebut, ternyata membuat anak perempuan semata wayang dari saudagar pemilik rumah tersebut jatuh hati kepadanya. Wanita itu bernama Fatimah. Cinta mereka bersemi dengan indah. Namun, Mashor sadar betul kalau cinta keduanya pastilah tidak akan mendapatkan restu dari orang tua fatimah. Meski begitu, perasaan cinta dan saling menyayangi satu sama lain yang mereka miliki tidak bisa berbohong. Mereka melanjutkan hubungan cinta itu secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain.