Hantu Wanita Berlumur Lumpur di Cermin Koridor

0
119

Suatu malam di hari selasa yang tengah terjadi hujan deras, tepat pukul 23:00 menjelang tengah malam. Aku menerima telepon dengan gelisah dari suamiku Andika. Pada awalnya aku merasa lega karena suamiku pada akhirnya meneleponku untuk memberi kabar. Melihat cuaca yang sangat beringas diluar. Namun kemudian kelegaanku berubah menjadi sebuah rasa gelisah karena suamiku mengatakan bahwa dirinya tidak bisa pulang malam itu. Secara otomatis aku akan berada dirumah sendirian dengan ketakutanku pada sosok hantu wanita yang kerap muncul di kaca belakangan ini.

“Engkau tidak apa apa kan sendirian dirumah?” tanya suamiku sedikit khawatir dengan keadaanku. Aku tahu dia masih tak tega meninggalkanku sendiri di rumah dengan banyak kejadian aneh yang kualami baru-baru ini.

“Tidak apa sayang, aku akan tidur dengan lampu yang menyala” ungkapku mengatakan kepadanya agar tidak khawatir. Tanganku tremor dan bergetar dengan sejadi-jadinya. Kuputuskan untuk mengambil sebuah kain lebar menuju ke cermin tersebut, dan kemudian menutupinya dengan kain itu. Setidaknya aku tidak akan melihatnya muncul dibalik cermin ini, pikirku dalam hati. Malam semakin larut, hujan badai membuatku sedikit terlena dengan lembutnya kasur di tempat tidurku. Hingga kemudian…

PRAAAAANG…. 

Seketika aku terjaga dari tempat tidurku. Aku mendengar bunyi kaca yang pecah. Setidaknya ada beberapa skenario mengerikan yang telah kupikirkan setelah mendengar bunyi itu. Akupun kemudian memberanikan diri untuk mendekati pintu keluar kamar tidurku. Sembari mengendap-endap kubuka pintu kamar sedikit dan kuintip keadaan cermin yang menggantung disana. Cermin itu masih utuh dengan selembar kain lebar yang menutupinya. Namun aku mendengar suara berisik lain yang berasal dari lantai bawah. Kuberanikan diri untuk keluar menyusuri tangga dan memeriksa apa yang terjadi.

Keadaan masih sunyi dengan lampu lantai bawah yang telah padam. Tiada kejanggalan apapun yang tampak. Akupun kemudian beranjak kembali menuju kamar tidur, menyusuri koridor hingga berada tepat berada di depan cermin yang tertutup kain tersebut, sampai tiba-tiba seseorang membekapku dari belakang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here