Hantu Wanita Berlumur Lumpur di Cermin Koridor

0
119

Malam telah larut. Dan insomniaku mulai kambuh kembali. Aku hampir tidak sanggup untuk mengatur rumitnya hal yang berada di kepalaku malam itu. Aku mencoba untuk mengikuti petunjuk konsultan psikologi yang kutemui tadi sore agar aku menjadi lebih berani untuk menghadapi halusinasiku tentang hantu wanita itu sendiri. Suamiku juga telah diberi arahan untuk membantu agar aku lebih berani untuk melakukan hal itu. Andika, suamiku telah lebih dulu berada di kamar tidur dan kemudian dia memanggilku untuk menuju kamar tidur kami.

Aku mematikan semua lampu di lantai satu dan kemudian menyusuri koridor lantai dua menuju kamar tidur dengan sedikit tergesa. Saat memasuki kamar tidur dan hendak mengganti bajuku dengan piyama, suamiku berkata: Sayang engkau lupa mematikan lampu koridor. Kamu ingin aku yang mematikannya?

Kami berdua tahu saklar lampu koridor berada tepat disamping cermin yang merupakan tempat munculnya hantu wanita berlumur lumpur tersebut. Aku tahu bahwa suamiku mencoba untuk memotivasiku agar lebih berani menghadapi halusinasiku dengan menyuruhku mematikan lampu koridor. Akupun mengiyakan dan segera menuju tempat saklar lampu tersebut untuk mematikan lampu.

Aku masih memalingkan wajahku menghindari refleksi cermin itu setelah mematikan lampu. kuhela nafas dalam-dalam. Aku bisa merasakan degub jantungku yang kencang berdetak secara memburu. Aku terus mengatakan dengan keras dalam hati “Kamu lebih kuat, kamu lebih berani!” – hingga kemudian sedikit demi sedikit kulayangkan pandanganku menuju ke cermin itu.

AAAAAAHHHHHHHH….. 

Mataku terbelalak. Sosok hantu wanita itu malah tampak sedang berdiri tegap disana dengan tangisan pilu di wajahnya. Dia menyentuh bagian luka sayatan di tenggorokannya sembari bergumam tanpa bisa kudengar dengan jelas. Suamiku yang tengah berada dikamar dengan cepat menghampiri dan memelukku yang tengah ketakutan setengah mati. Hari berganti hari, ketakutanku akan kemuculan sosok hantu wanita itu semakin besar. Hingga akhirnya terjadi sebuah peristiwa di suatu malam yang takkan pernah kulupakan seumur hidupku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here