Hantu Wanita Berlumur Lumpur di Cermin Koridor

PRAAANGG…. !!

Gelas dan botol air mineral yang tadi kubawa seketika terjatuh lebur membentur lantai karena tanganku yang melemas karena munculnya sosok hantu wanita berlumur lumpur itu. Diriku jatuh terduduk dan mengais lantai, mendorong tubuhku kebelakang.

“Kamu siapaa? Kamu siapa?” – Teriakku histeris sembari menutup rapat kedua mataku dengan telapak tangan. Suamiku yang terkejut karena teriakkanku terbangun dan segera keluar dari kamar tidur dan menghidupkan lampu koridor.

“Ada apa sayang? Kamu kenapa?” Tanya suamiku yang baru saja terbangun dari tidurnya

“Tadi ada seorang wanita di dalam kaca itu” pekikku meraih rengkuh peluk suamiku dengan ketakutan.

“Tenang sayang, tidak ada apa apa disana… coba lihat, tidak ada apa apa di cermin itu” – Suamiku berusaha menenangkanku yang sedang begidik ketakutan. Aku memberanikan untuk membuka kedua mataku dan memandang kembali cermin tersebut. Tidak ada apapun. Sosok hantu wanita berlumur lumpur itu seolah hilang ditelan angin.

***

Insomnia yang kualami terus berlanjut selama beberapa hari. Dan beberapa waktu sosok hantu wanita yang berlumur lumpur itu terus saja kembali menghantui hari-hariku dengan menampakkan sosoknya yang menyeramkan dibalik kaca cermin tersebut. Hingga akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk menemui konsultan psikologi untuk mencari solusi atas permasalahan yang kualami baru-baru ini.

Psikiatri tersebut adalah seorang wanita cantik bernama Stella. Dia cukup berpengalaman dalam menangani beberapa orang yang mengalami halusinasi serta gejala kegelisahan yang merupakan hal paling mungkin sedang terjadi kepadaku saat ini.

“Yang paling aku khawatirkan adalah kejadian itu akan terus menerus terjadi sepanjang hidupku” Aku memulai penuturanku kepada Stella setelah beberapa waktu aku menjelaskan tentang permasalahanku

“Sepertinya bukan itu hal yang perlu di khawatirkan Nyonya, anda sedang stress dan memiliki banyak permasalahan pelik sekarang. Ibu anda baru saja meninggal dan anda tidak tidur dengan cukup” – Stella menjelaskan lebih lanjut tentang kekhawatiranku itu.

“Lalu bagaimana tentang cermin itu? Kenapa aku terus melihat sosok hantu wanita disana? bagaimana kamu menjelaskan tentang itu? Kenapa dia hanya muncul disana?” – Timpalku kepadanya. Stella terdiam sejenak mendengar perkataanku.

“Bagaimana kalau kita singkirkan saja cermin itu?” kata suamiku memecah diam kami berdua. Aku mengangguk setuju pada ide itu.

“Dengar Nyonya, bukan cerminnya yang menjadi masalah sebenarnya disini. Anda perlu menenangkan diri agar halusinasi anda berangsur hilang. Menyingkirkannya tidak akan menyelesaikan masalah apapun… Sebaiknya anda pulang untuk beristirahat dan besok kita akan bicarakan lagi tentang hal ini” ucap Stella menambahi sekaligus mengakhiri sesi konsultasi kami sore itu.