Hantu Pocong yang Terusik Acara OSPEK API (Akademi Pariwisata) Yogyakarta

0
686

Siapa sih yang tidak pernah dengar hantu yang bernama pocong? – Sepertinya hantu pocong sudah menjadi satu sosok yang dikenal secara luas oleh masyarakat seantero Nusantara. Menurut para pakar antropologi dan juga sosiologi mengatakan bahwa sosok ini tercipta dari tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia atas kehidupan setelah kematian. Sehingga dari situlah sosok menyeramkan yang merupakan mayat terbungkus kain kafan ini tercipta dalam ragamnya kebudayaan Indonesia.

hantu-pocong-yang-terusik-kegiatan-orientasi-mahasiswa-sttnas

Ketika kami menekankan tingginya kepercayaan dalam ranah sosial masyarakat Indonesia. Yang kami maksud adalah secara harfiah, karena bahkan seberapa tinggi pendidikan seseorang, atau seberapa besar pemikiran skeptisnya, percaya atau tidak kita hidup berdampingan dengan mereka. Salah satu cerita yang berkaitan dengan hal itu serta pembahasan topik hantu pocong yang kami ingin angkat disini adalah cerita dari satu pengalaman menyeramkan dari peserta OSPEK (Orientasi Mahasiswa) Politeknik API (Akademi Pariwisata Indonesia) Yogyakarta.

Sebutan kampung pocong yang bukan cuman isapan jempol belaka

Banyak orang yang menyebut daerah Seturan sebagai “Las Vegas” nya Yogyakarta. Keramaian selalu ada dan daerah ini seolah tidak pernah tidur. Namun sedikit yang tahu bahwa ada beberapa spot disekitar daerah keramaian ini yang terkenal dengan hal mistisnya. Ada satu daerah yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai kampung pocong. Lokasinya terletak tidak jauh dari kampus STTNAS yang berada di arah Utara persimpangan Jalan Megarsari dan Jalan Babarsari serta deretan kampus-kampus lain seperti UNPROK (Universitas Proklamasi) dan Politeknik API (Akademi Pariwisata Indonesia) Yogyakarta. Kampung ini terletak beberapa meter disebelah timur laut yang hampir bersinggungan dengan jembatan tua Sungai tambak boyo.

Nama kampung pocong ini bukan hanya sekedar nama iseng atau banyolan untuk ditertawakan. Namun nama ini diberikan karena memang daerah ini terkenal dengan banyaknya sosok penampakan hantu pocong yang kerap muncul dan mengganggu orang sekitar. Memang sih, jembatan tua tersebut cukup ramai disiang hari karena merupakan tembusan jalan Selokan Mataram. Namun bila malam telah tiba, suasana berubah drastis dan kesunyian diantara rimbun pepohonan pastilah akan membuat anda bergidik penuh kegelisahan.

OSPEK mahasiswa baru API yang penuh kegelisahan

Ada satu cerita hantu pocong yang banyak diperbincangkan orang di Politeknik API (Akademi Pariwisata Indonesia) Yogyakarta. Cerita ini cukup terkenal diantara mahasiswa Politeknik API karena kengeriannya.

Suatu ketika panitia OSPEK Mahasiswa baru menjadwalkan kegiatan aktif diluar kampus. Kegiatan tersebut cukup mengasyikkan karena dibuat beberapa grup (sekitar 10 grup – menurut penuturan narasumber bernama Ewi). Namun, acara tersebut ternyata agak ngaret hingga harus dilaksanakan selepas Maghrib.

Aturan main dari kegiatan tersebut adalah setiap grup harus singgah dari pos satu ke pos yang lain untuk melakukan sesuatu. Jumlah pos yang dibuat oleh panitia OSPEK berjumlah 10, dan ketika satu grup datang ke pos tersebut mereka akan diberi sebuah “pesan” yang harus disampaikan ke pos selanjutnya dan seterusnya sama hingga pos terakhir.

Tak lama berangkatlah 10 kelompok OSPEK itu untuk mencapai pos satu dan lainnya. Namun ada hal janggal yang terjadi. Ada satu kelompok yang seharusnya sudah bisa sampai di pos terakhir lebih dahulu, namun malah didahului oleh kelompok-kelompok dibelakangnya. Panitia cemas sambil menunggu kelompok tersebut. Hingga dari kejauhan tampaklah beberapa sosok orang yang berjalan mendekat.

Munculnya pos ke-11 yang misterius

Sosok-sosok yang mendekat tersebut ternyata adalah kelompok yang telah ditunggu-tunggu kedatangannya. Para panitia segera mendatangi mereka dan sedikit marah-marah sambil menanyakan alasan kenapa mereka bisa tertinggal dari kelompok-kelompok lain. Namun mereka berkata bahwa mereka mengikuti instruksi aktifitas seperti yang telah diberikan oleh panitia.

Merasa acaranya sudah terlalu malam, dan panitia ingin segera mengakhiri kegiatan itu. Panitia di pos terakhir (pemberhentian terakhir), menanyakan “pesan” yang disampaikan oleh panitia lain di pos sebelumnya. Jawaban mereka cukup membuat bulu kuduk merinding:

Pocong-pocong di daerah ini merasa terganggu, mohon segera hentikan segala kegiatan yang ada disini –  Ujar kelompok terakhir itu menyampaikan “pesan” dari pos sebelumnya

Belum sempat mengatasi rasa shock karena mendengar “pesan” janggal yang disampaikan oleh kelompok terakhir tersebut. Panitia dibuat lebih panik karena semua anggota kelompok terakhir itu kemudian jatuh pingsan tak sadarkan diri. Suasana kegiatan tersebut berubah drastis dari menyenangkan menjadi penuh kengerian.

Cerita itu kemudian santer dibicarakan oleh khalayak ramai. Menyisakan rasa ngeri dan takut yang luar biasa. Sahabat Hantupedia ingin mencoba sensasinya? 😀 Jangan lupa juga simak kisah-kisah yang telah tim hantupedia ulas lainnya (disini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here