Hantu Ngeak: Sosok Astral yang Melegenda di Sumatera Barat

Hantu ngeak – Bayangkan saja, saat malam tiba dan suara-suara orang-orang disekitar kita mulai lenyap satu persatu dalam lelap. Angin malam mulai mengetuk tirai jendela dalam rumah dan suara-suara kerik jangkrik mulai menyematkan huru-hara. Anda masih terjaga, entah karena apa. Menyeduh pekatnya kopi malam itu. Namun dalam lematnya malam itu, sejurus kemudian anda mendengar sayup-sayup ada suara tangisan bayi. Oeeek…. oeek.. ooeek… Suara tangis pilu bayi tersebut tidak berhenti, seolah bayi itu tak memiliki orang di dekatnya yang meninabobokan dan menenangkan tangisnya itu.

Nah, jika itu terjadi pada anda yang hidup di daerah kota-kota besar. Mungkin saja anda tidak terlalu banyak berpikir atau pedulu dengan itu. Karena bisa saja itu adalah suara tangis bayi anak tetangga yang kehabisan susu. Namun, itu akan menjadi cerita yang berbeda bila anda tinggal di daerah Sumatera Barat. Kenapa begitu? Itu adalah karena di daerah yang dikenal sebagai tanah Minangkabau ini, ada satu legenda yang terkenal tentang sosok astral yang dinamakan hantu ngeak. 

hantu ngeak legenda hantu bayi diaborsi di Sumatera Barat

Kemunculan hantu ngeak yang diawali dengan suara tangisan bayi

Sebenarnya nama hantu ngeak itu sendiri adalah berasal dari bahasa minangkabau “ngeak” yang memiliki arti sebagai tangisan anak kecil atau bayi. Terlebih, kemunculan hantu ini sering ditandai dengan terdengarnya suara tangis bayi yang memecah kesunyian di malam hari. Di tanah minangkabau, ketika seseorang mendengar ada suara tangis bayi di malam hari, maka dia dilarang untuk mencari asal muasal dari suara tersebut. Ini karena dipercaya suara itu bisa menyesatkan orang tersebut atau malah membahayakannya.

Ada yang percaya bahwa hantu ngeak ini ingin membalas dendam atas perbuatan manusia kepadanya. Perbuatan yang menjadi alasan kenapa sosoknya tidak tenang di alam baka. Hal ini berkaitan dengan asal muasal dari hantu ini yang cukup menyedihkan.

Hantu ngeak dipercaya sebagai hantu bayi yang diaborsi

Banyak masyarakat Minang yang percaya bahwa sebenarnya hantu ngeak itu sendiri adalah arwah bayi-bayi korban drama aborsi. Mereka adalah bayi-bayi malang yang dibuang dan digugurkan oleh orang tua mereka. Mungkin karena mereka malu menerima hasil perzinahan mereka dan akhirnya memutuskan untuk menggugurkannya. Sungguh malang bayi-bayi tersebut yang tidak memiliki dosa ini. Yang akhirnya harus berakhir di liang lahat yang dingin dan terkubur secara tersembunyi dan rahasia oleh orang-orang yang seharusnya memberikan mereka cinta.

Kepercayaan tentang suara-suara hantu ngeak dan pesan moral dibaliknya

Konon ada beberapa kepercayaan masyarakat Minang yang mengatakan bahwa sebenarnya hantu ini mencoba untuk memberitahukan kepada orang-orang sekitar tentang lokasi dimana dia dibuang. Dia ingin ditemukan dan diberi prosesi pemakaman yang layak. Banyak sekali kasus dimana seseorang mencari asal muasal suara tangisan bayi di malam hari tersebut dan akhirnya berakhir di dekat pepohonan besar, rumpun bambu maupun tanah kosong. Masyarakat percaya bahwa tempat penghujung suara tangis bayi tersebutlah lokasi dimana bayi yang digugurkan itu dibuang.

Ada yang mengatakan bahwa bila suara tangis bayi tersebut terdengar jauh dan samar, maka hantu ini berada didekat kita. Dan sebaliknya, ketika suara tangisan bayi itu terdengar dekat, maka sebenarnya sosok astral ini lokasinya berada jauh dari kita.

Kemunculan suara-suara tangis bayi sosok astral ini tentu tidak hanya membuat bulu kuduk merinding saja. Namun, kita bisa mengambil pesan moral dibaliknya. Dimana memberikan nasihat untuk kita yang sedang dimabuk cinta agar berhati-hati. Pikirkan masa depan, tidak hanya masa depan kita saja, namun juga masa depan bayi-bayi yang masih suci dan tidak berdosa itu bila pada akhirnya harus tergugurkan karena keegoisan kita.