Hantu Begu Ganjang, Monster Jangkung Melegenda di Tano Batak

Mungkin sobat hantupedia disini ada yang memiliki beberapa teman dari tanah Batak. Bila pertama kali bertemu dan ngobrol bersama mereka, mungkin beberapa dari kita akan melihat sosok mereka sebagai orang yang keras dari cara mereka berbicara. Dari situlah muncul stereotipe bahwa orang dari tanah batak adalah orang yang keras dan tak kenal takut. Namun, sebenarnya bila kita menyelam lebih dalam pada budaya dan kehidupan mereka, sebenarnya cara berbicara mereka yang keras merupakai tempaan sejak kecil dari orang tuanya. Orang-orang Batak diajarkan untuk tegas dan mandiri, terlebih konon orang-orang Batak memiliki suara-suara yang nyaring dan merdu. Cocok bila memiliki karir dalam hal tarik suara.

Saudara-saudari kita dari Batak yang dipandang oleh banyak orang sebagai orang yang keras dan tak kenal takut tersebut ternyata memiliki satu legenda yang terkenal di daerahnya dimana mereka bahkan bisa merasa bergidik dibuatnya. Cerita legenda ini adalah tentang sesosok makhluk astral yang lebih mirip monster yang konon terkenal suka menebarkan teror dipemukiman mereka. Sosok itu dikenal dengan sebutan Hantu Begu Ganjang.

hantu begu ganjang yang terkenal oleh orang batak tapanuli

Perwujudan hantu begu ganjang yang bisa dibilang kelewatan seram!

Berbicara tentang alasan kenapa sosok hantu ini sangat ditakuti dikalangan masyarakat Batak, mungkin berhubungan dengan wujud dari hantu ini. Banyak sumber mengatakan bahwa sosok hantu begu ganjang ini memiliki tubuh yang sangat tinggi dan jangkung. Selain itu badannya yang gondrong dipenuhi oleh bulu dengan kuku runcing dan tajam seolah menambah kengerian sosok ini. Pantaslah orang akan merasa ketakutan bila melihat sosok mirip monster ini dihadapan mereka. Anehnya lagi, banyak pula yang menuturkan bahwa sosoknya akan semakin besar dan menjadi tinggi bila kita merasa takut.

Sosok makhluk astral yang konon dulunya merupakan penjaga kebun dan pertanian

Konon menurut cerita dari beberapa tetua Batak. Sosok begu ganjang yang merupakan hantu berkaki panjang dan berbadan besar ini pada zaman dahulu dalam budaya masyarakat batak tapanuli dikenal sebagai peliharaan pemilik ladang dan lahan pertanian. Sosok besar ini digunakan sebagai penunggu sekaligus penjaga ladang dan kebun agar tidak ada orang yang berani macam-macam.

Para masyarakat percaya bahwa hantu ini kemudian disalah gunakan oleh pemiliknya. Yang awalnya hanya digunakan untuk menjaga ladang dan lahan pertanian. Monster ini digunakan untuk membalas dendam, alat pesugihan dan bahkan untuk mendatangkan kemelut dan bala pada seseorang. Itulah kenapa banyak masyarakat Batak yang menuduh sosok inilah yang menjadi dalang dibalik penyebab penyakit atau wabah yang melanda serta kematian seseorang yang tidak wajar.

Isu begu ganjang merupakan doktrin dan pembenaran tindakan buruk? 

Menurut banyak orang yang tidak terlalu percaya pada cerita legenda dan hal klenik. Adanya sosok begu ganjang yang menjadi isu masyarakat Batak ini merupakan sebuah doktrin yang tersulut karena kesenjangan sosial dalam masyarakat. Isu-isu bahwa orang-orang kaya dan berada memiliki peliharaan hantu begu ganjang untuk melakukan kejahatan itu kemudian menjadi sebuah pembenaran dan justifikasi atas aksi-aksi buruk yang oleh mereka para kalangan bawah hendak lakukan kepada mereka dengan status sosial tinggi. Itulah kenapa banyak cerita muncul bahwa beberapa orang dengan brutal menghabisi seseorang kaya yang dituduh memiliki peliharaan sosok menyeramkan ini.

Kepercayaan masyarakat Batak tentang asal usul sosok begu ganjang

Bila diruntutkan dalam kajian antropologi dan penelusuran kearifan lokal di tano Batak sendiri. Sebenarnya istilah sebutan hantu begu ganjang itu sendiri bisa dibilang sebagai sebutan tak bertuan yang entah sejak kapan mulai berhembus ditelinga masyarakat Batak. Sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa membuktikan keberadaan sosok menyeramkan tinggi besar ini. Hanya isu-isu publik yang entah kenapa masih santer terdengar ditengah-tengah hiruk pikuknya modernisasi di provinsi Sumatera Utara ini. Masyarakat Medan masih percaya bahwa sosok inilah yang menjadi dalang dibalik banyaknya kematian misterius.

Konon, banyak orang Batak yang mempercayai bahwa sosok hantu yang suka mencekik korbannya ini sebenarnya memiliki asal usul yang cukup tragis. Begu ganjang dipercaya berasal dari mayat bayi (hasil aborsi atau keguguran) yang belum genap hingga tujuh hari. Mayat tersebut kemudian diambil organ dalamnya untuk digunakan dalam sebuah ritual oleh orang sakti. Ritual itulah yang kemudian membentuk sosok tinggi besar menyeramkan yang ditakuti orang-orang Batak ini.

Nah, terlepas dari benar atau tidaknya sosok menyeramkan yang dikenal masyarakat tano Batak dengan nama Begu ganjang ini. Kita sebagai manusia haruslah berhati-hati dalam banyak hal. Kepercayaan pada ada tidak adanya legenda dan mitos makhluk ini kembali kepada anda yang berhak menentukannya.