Fakta Mistis Pesugihan Pantai Selatan Jawa

Nilai mistis di Pantai Selatan Jawa sampai sekarang tak pernah kehilangan taji mistisnya. Bukan sekedar menyoal manusia yang terseret arus kuat, namun juga sosok kanjeng Ratu Pantai Selatan. Seperti bukan isapan jempol belaka, kisah-kisah misteri yang bernuansa percaya gak percaya selalu melingkupi area tersebut. Figur sang kanjeng ratu menjadi salah satu hal yang menarik manusia mencari jalan pintas untuk mengabulkan kaulnya. Terutama soal kekayaan tak ternilai tanpa berusaha keras dengan Pesugihan Pantai Selatan.

Pantai

Selain ratu Selatan yang telah tersohor, sebenarnya masih ada tiga figur yang dianggap sebagai empunya pesugihan disana, yakni Pasukan Ular Nyi Blorong, Ratu Gendeng Permoni, dan Pasukan Macan Putih Prabu Siliwangi. Aktifitas ritual ini pun berada dibeberapa tempat sepanjang segoro kidul pulau jawa. Salah satu yang cukup terekspos adalah Pantai Jolosuturo yang ada di Blitas jawa Timur. Area tersebut saban hari pada jam Sembilan malam hingga tiga dini hari bakal ramai oleh pemohon. Mereka berharap bahwa salah satu dari empat figur tersebut akan mendatanginya dan mengabulkan permintaan yang selama ini mereka idam-idamkan.

Kepercayaan masyarakat tentang pentingnya sesajen dan persembahan

Warga sekitar mempercayai bahwa makhluk halus segoro kidul telah memindahkan emas dari dasar laut atau bumi ke permukaan. Bentuknya berupa emas batangan dan bebatuan berharga. Semua benda tersebut pun dipindahkan ke lumbung harta milik Ratu Segoro Kidul ini. Kepercayaan yang meluas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemuja untuk melakukan ritual.

Bahkan untuk area Pantai jolosutro, terdapat Ki Jabbar beserta rombongan pengikutnya pernah melakukan kesepakatan dengan sang ratu itu. Keduanya menyepakati sesembahan dan juga sesajen yang harus disiapkan. Salah satu yang paling mencolok adalah penyembelihan domba pada malam jumat kliwon. Domba-domba tersebut ialah korban titipan dari para pengikutnya yang mempunyai hajat dan mengharapkan segera dikabulkan oleh sang ratu dan para balanya. Setelah melakukan penyembelihan, darah domba dialirkan dari pasir hingga pantai, sedangkan dagingnya dibagikan kepada para warga sekitar. Menurut pengakuan pelaku pesugihan pantai selatan ini, area pantai Jolosutro khusus malam itu dipenuhi dengan berbagai macam ugo rampe dan wewangian yang khas. Bahkan ada yang mengakui pernah melihat sang ratu mendatangi prosesi sesembahan untuknya dan juga penampakan dari ketiga bala sang ratu juga muncul.

Pesugihan Tuyul yang bisa didapatkan dengan beberapa ritual

Selain di area pantai Jolosutro, area pantai jawa lain juga menunjukkan hal yang serupa. Namun, perbedaan mendasar ialah pemohon tidak berkumpul dan memanjatkan doa secara bersama-sama. Pemohon ini biasanya mendatangi area yang paling dianggap angker oleh masyarakat pada hari keramat versi Jawa. Selain menambah kesan mistis, malam keramat juga dimaknai sebagai tanda keluarnya bangsa halus ke dunia. Bertepatan dengan hal itu, para pemohon sengaja mengundang mereka untuk mengabulkan keinginannya, termasuk meminta pesugihan dengan berbagai wadah seperti Tuyul. Makhluk plontos ini diminta seusai menjalankan ritual mandi di segoro kidul dan memberikan sesaji lengkap dengan ingkung ayam.

Untuk melengkapi ritus ini, pelaku Pesugihan Pantai Selatan harus duduk bersila sambil mengulang-ngulang hajatnya mengatasnamakan sesembahan yang dijunjung. Apabila pujaannya diterima, maka orang tersebut akan dikabulkan keinginannya dengan cara mengirimkan bawahannya kepada pemohon. Namun, pesugihan ini bukan tanpa syarat. Pemohon harus memberikan kebutuhan si tuyul seperti makanan, mainan, dan juga minuman. Pada dasarnya, makhluk halus yang satu ini memang berprawakan seperti anak kecil, namun mempunyai sifat dasar ‘manja’.  Kemana-mana, dia inginnya digendong, termasuk saat akan mencuri. Pelaku harus menurunkan tuyul di sekitar area mangsanya.