Cerita Mistis: Tuyul Pengambil Tumbal (eps 2)

tuyul penjemput tumbal 2

baca dulu yang episode pertama DISINI. bila anda belum membacanya.

Saat Lintang berhasil menggendong Rara, semua berubah. Ruang tidur itu penuh dengan makhluk pendek yang berwajah beringas.

“ Serahkan! Bayi itu milik kami!”

Mahluk itu bergigi Gigi lancip, gundul, berkuku tajam dan setengah telanjang. Mereka hanya pakai popok.

Tangan mereka yang kasar menggapai – gapai berusaha meraih Rara. Untunglah Rara digendong di pundak Lintang. Tangan mungilnya berpegang di bahu Lintang. Kaki mungilnya menjejak, menendang – nendang sementara tangan – tangan kasar itu berusaha menggapainya. Lintang melihat dengan ngeri. Ia berusaha menolong menepis semua tangan yang menggapainya.

“ Ibu!!, Banyak makhluk kecil – kecil Bu. Tolong! mereka mau mengambil Rara.” Teriak Lintang panik. Keringat dingin bercucuran di wajah dan tubuh Lintang.

Rara mulai berpegang di rambut Lintang. Kaki nya yang terus menjejak, seperti pemanjat, membuat Lintang semakin kesulitan.

Saat ibu datang dalam mukena putihnya, beliau mendapati Rara sudah hampir bertengger di atas kepala Lintang. Tangan mungilnya berpegang erat di rambut lintang. Rasa sakit akibat jambakan tangan mungil itu sudah tidak dirasakan lintang. Dia hanya berpikir bagaimana menghindari makhluk-makhluk ini.

Ibu melepaskan mukenanya. Lalu mengambil Rara dari kepala Lintang. Diletakkannya Rara ditempat tidur. Bajunya dibuka lalu mengoleskan minyak telon keseluruhan tubuh Rara. Mulut ibu komat kamit membaca doa. Sesekali ia berujar.

“ Sabar, nak… sabar”

Ibu meminta Lintang kembali menggendong Rara. Sementara ibu mangambil semua benda hadiah dari semua orang. Kali ini Rara hanya bisa menangis saja. Tubuh mungilnya yang terbungkus tidak bisa bergerak.

Seperti tadi. Makhluk- makhluk itu muncul lagi di hadapan Lintang. Mereka bahkan membeludak memenuhi ruangan. Beberapa sudah menduduki tempat tidur. Mereka meraih dan menggapai berusaha mendapatkan Rara. Sukurlah Lintang bisa mengangkat Rara lebih tinggi dengan tubuhnya yang terbungkus. Tangan – tangan tajam itu manggapai dan mencakar. Rasanya sangat sakit. Anehnya, tidak ada bekas luka maupun darah di kulit Lintang. Yang bisa Lintang lakukan hanya bergerak kesana kemari dari ruangan satu keruangan lain menghindari mahkluk – makhluk tak kasat mata itu.

“ Lintang! Apakah makhluk itu masih ada?” Teriak ibu dari luar. Tampak dari jendela ibu membakar beberapa barang.

“ Masih Bu”. Tampak ibu memilah barang lagi dan membakarnya lagi.

“ Masih ada?!”.

“ Masih!”. Beberapa kali Bu bertanya sambil terus membakar apa saja yang tadi malam dipakai Rara. Sampai pada baju tidur mungil wana biru pemberian seorang kerabat jauh dan tiba – tiba saja semua makhluk itu menghilang. Rumah menjadi sepi. Hanya suara Isak tangis kak Sinta yang terdengar tanpa henti.

“ Sudah Bu. Mereka sudah pergi.”

Ibu menghembuskan nafas lega. Beliau menghapus peluh di dahinya.

 Akhir Cerita

“ Lain kali jangan terima barang dari orang yang memberi baju bayi yang dipakai Rara tadi malam. Dia bersekutu dengan setan.” Kata ibu.

“ Hiks… Tega sekali orang itu mengorbankan bayi tak bersalah sebagai tumbal pesugihan.. hiks.. bayi ini bahkan belum bisa melakukan apa -apa… hiks..”, celoteh kak Sinta sesengukan.

Seluruh tubuh Lintang terasa berat. Lintang meletakkan Rara di tempat tidur. Bayi mungil itu sedang terlelap. Wajah mungilnya yang tadi tampak membaranya telah berganti senyum damai. Sesekali ia menggeliat. Mungkin ia telah bermimpi indah.

Akhirnya pertemuan dengan tuyul ini berakhir juga. Cerita mistis ini masih terpatri di ingatan Lintang. Tapi masih banyak cerita lain. Semoga sobat Hantupedia menikmati cerita ini dan sampai jumpa di cerita mistis selanjutnya.