Cerita Mistis: Tuyul Pengambil Tumbal eps 1

Banyak orang yang dalam keputusasaannya meminta bantuan makhluk-makhluk astral walau kadang harus membayar dengan harga nyawa. Ironis nya kadang mereka meminta  nyawa orang lain sebagai tumbal. Kali hanya untuk sobat Hantupedia, Lintang akan bercerita tentang cerita mistis pertemuan Lintang dengan gerombolan tuyul pesugihan. Kalau ingin tahu makhluk apakah tuyul itu silahkan surfing artikel di hantupedia. Seru, lho.

tuyul penjemput tumbal

Bayi baru lahir

Lintang ingat banget waktu itu lintang pas cuti tahunan 5 minggu. Dari pada bosan di Jakarta pergilah Lintang ke Jogja, ke rumah ibu. Kak Sinta, baru saja melahirkan. Yang namanya anak pertama, pasti kak Sinta butuh bantuan. Jadi, apa salahnya, daripada ngabisin duit di Eropa mendingan ngumpul dengan keluarga di Jogja. Inilah awal cerita mistis ini.

Sampai di Jogja, Lintang bertemu dengan bayi umur 5 hari yang lucu dan menggemaskan. Namanya Rara. Kak Sinta juga sehat walau masih kelihatan lemah. Rumah ibu masih penuh orang nilik bayi yang datang dan pergi. Mereka memberikan banyak hadiah yang unyu dan lucu buat Rara. 

Pengunjung Rumah

Kadang tamu yang berkunjung tak kasat mata. Datang entah dari mana, mendekati bayi, tersenyum dan pergi. Karena bukan tamu yang bau dan menyeramkan, daripada kak Sinta panik dan jadi sakit, terpaksa Lintang berpura – pura tidak tahu. Rumah ibu sebenarnya bukan rumah yang angker. Tidak ada makhluk tak kasat mata yang tinggal di rumah. Tapi kadang ada juga tamu yang seperti ini. Datang tak diundang, tidak kenal tapi nyelonong saja masuk kerumah orang. Dengan permisi sih, tapi kan, tidak semua orang melihat wujudnya.

Pengunjung yang paling sering datang adalah tante – tante berbaju putih dengan muka pucat dan rambut panjang. Sepertinya Tante yang tinggal di pohon asam dekat lapangan bola. Mereka saling pandang sebelum kemudian Rara mengeluarkan suara – suara lucu. Mereka tampak sedang mengobrol. Ini bukti kalau bayi bisa melihat makhluk astral.

Karena tidak tahan melihat adegan di depan mata, Lintang mendekat dan menggendong Rara. Tante pohon asam hanya tersenyum sebelum kemudian menghilang.

Om raksasa pohon bambu juga datang, tapi beliau tidak lama karena rumah ibu tidak muat untuk menampung badannya. Sulit buat om yang satu ini melihat Rara karena posisi kepalanya lebih tinggi dari atap rumah ibu. Mungkin karena tidak nyaman, om ini hanya datang sebentar. Masih banyak makhluk gaib tetangga yang berkunjung. Karena alasan inilah, ibu, Lintang dan kak Sinta bergantian menjaga Rara.

Munculnya para tuyul

Semua baik – baik saja sampai suatu malam kedamaian itu pecah. Saat itu mas Bagas sedang dinas di luar kota. Rara menangis semalaman. Kak Sinta kebingungan menggendong dan berusaha menyusui Rara. Tapi Rara seperti tidak peduli dengan air susu ataupun bujukan ibunya. Dia tidak mau tidur, hanya menangis dan menangis. Seisi rumah terjaga. Ibu dan bapak pun berusaha membujuknya. Semua cara ibu menenangkan bayi tidak berhasil. Apakah dia sakit perut, demam atau mungkin masuk angin? Tidak tahu. Seperti tidak ada respon positif dari Rara. Kak Sinta sampai menangis kelelahan melihat kondisi anaknya.

Lintang tidak tahu harus berbuat apa, dia belum  menikah saat itu apalagi merasakan punya bayi. Yang bisa ia lakukan hanya membantu menyediakan semua yang diminta bapak, ibu dan kak Sinta.

Sampai subuh menjelang. Kak Sinta terduduk sedih. Matanya sembab, wajahnya kuyu dan lusuh. Ibu menyuruh Lintang shalat duluan agar bisa berganti jaga. Selesai shalat subuh Lintang mendapat giliran jaga menggendong Rara. Bayi mungil itu sama sekali tidak mau diletakkan di tempat tidur. Tapi ibu meletakkannya sebentar. Rara menangis keras, sekeras – kerasnya. Kakinya menjejak, tangannya bergerak, badan menggeliat ke kanan dan ke kiri. Lintang tidak tega, walaupun sangat sulit menggendong bayi mungil yang menggeliat, ia mencoba.

Saat Lintang  berhasil menggendong Rara, semua berubah. Ruang tidur itu penuh dengan makhluk pendek yang berwajah  beringas.

“ Serahkan! Bayi itu milik kami!”. (Bersambung ke cerita mistis Bertemu Tuyul Pengambil Tumbal.)