Cerita Mistis : Kuntilanak Lantai 2

Namaku Lintang Viani Djokonova. Bukan karena Lintang bule tapi karena Lintang anak pak Joko. Sebenarnya Lintang sendiri tidak mengakui kemampuan indra ke enam ini, tapi banyak cerita misteri yang pernah Lintang alami. Salah satu cerita mistis yang Viani alami yaitu cerita mistis kuntilanak lantai 2 rumahku.

Cerita mistis Kuntilanak lantai 2

Saat itu Lintang kecil. Lintang tinggal di sebuah rumah dinas yang sangat besar. Rumah itu dua lantai tapi entah mengapa hanya lantai satu yang digunakan. Itu saja sudah sangat lapang. Kantor ayah di depan dan kami tinggal di bagian tengah dan belakang rumah. Lantai dua dibiarkan kosong, hanya dengan beberapa meja, kursi, lemari dan peralatan kantor.

Bertemu kuntilanak

Suatu hari seperti biasa Lintang bermain di ruang tengah. Saat itu tinggi Lintang belum seberapa. Sepanjang mata memandang hanya lutut, rok dan celana panjang orang – orang dewasa.

Entah angin apa yang membuat Lintang mengalami cerita mistis ini. Hari itu seperti biasa Lintang duduk di kolong meja makan. Tangannya sibuk bermain boneka. Pandangan matanya teralih ke tangga saat Lintang mendengar suara desiran baju dan langkah kaki lembut.

Sepasang kaki bersandal indah dibalut rok putih panjang tampak di anak tangga. Langkah kakinya mantap menuruni tangga. Sepasang kaki itu mendekati meja.

“ Lintang… main yuk!”, Ajak sebuah suara wanita. Suaranya merdu namun pelan.

“ Sebentar…” kata Lintang keluar dari kolong meja.

Entah mengapa, tak ada keinginan Lintang untuk menengadah dan memandang wajahnya. Setelah dekat, Wanita itu mengulurkan tangannya. Tangannya seperti es. Halus namun dingin. Wanita itu membawa Lintang naik ke lantai atas. Rasanya jauh sekali. Kami naik dan naik terus seakan – akan tanpa henti. Hingga akhirnya sampailah kita di anak tangga terakhir.

Mata Lintang mencoba mengenali ruangan  itu. Tidak seperti lantai dua yang Lintang kenal, ruangan ini bersih. Perabotnya banyak dan indah.

“ Ini dimana Tante?”, Tanya Lintang penasaran. Dia menengadah memandang sang tante.

“ Ini tempat tinggal tante”. Kata wanita itu. Dia berjongkok di depan Lintang. Bajunya aneh. Seperti kostum film kerajaan eropa. Ada dua bulu burung di topinya. Wajahnya pun cantik. Kulitnya putih dan tampak ramah.

Beliau menunjuk ke sebuah meja kecil dengan sebuah teko dan beberapa cangkir teh. Di samping teko ada sepiring kue dan biskuit diatasnya. Di samping meja itu hanya ada dua kursi. Satu kursi kecil dan satu kursi besar. Dengan mudah aku menaiki kursi kecil.

“ Kenapa kita disini Tante?”, tanya Lintang.

“ Tante suka denganmu. Sebenarnya Tante suka anak kecil. Kayak kamu. Coba deh biskuit dan rotinya, enak lho. Teh nya juga manis.

Lama Lintang ngobrol dengan Tante itu. Hingga  Lintang mengantuk. Lintang meletakkan tangan dan kepalanya  di meja. Matanya tak tahan lagi. Ia memejamkan sebentar. Namun  sayup – sayup terdengar suara ibu.

Bertemu Ibu

“Lintang… Lintang….” ibu terdengar gusar. Saat Lintang membuka mata, suasana tempat itu gelap dan sempit. Lintang juga sudah tidak duduk di kursi lagi. Kepalanya bersandar dilutut sendiri dan tempat itu bau apek.

Tangan kecilnya meraba-raba. Ia tak bisa bergerak. Lintang takut. Ia menangis keras. Memukul apapun yang ia bisa.

“Ibu… ibu..”

Hingga akhirnya dinding sebelah kiri terbuka. Ternyata itu pintu lemari. Lintang terduduk didalamnya. Tampak di depannya, sosok ibu yang tampak lega melihatnya. Beliau berlutut dan merentangkan tangan. Lintang bergegas keluar lemari sempit itu dan memeluk ibu.

Kami sudah tidak tinggal di rumah dinas itu lagi. Sejak itu Lintang juga sudah tidak bertemu wanita itu. Tapi itulah awal petualangan dan cerita mistis Lintang. Jika sobat Hantupedia ingin tahu kuntilanak lebih lanjut klik saja Kuntilanak.