Cerita Hantu: Jangan Buka Pintu Bila Ada yang Mengetuknya saat Dini Hari

Cerita hantu – Yang aku perlukan sekarang adalah tempat kos murah dengan fasilitas standar lengkap beserta wifi yang aktif. Setidaknya itu yang aku pikirkan dalam dua hari menjelang habis kontrakan yang aku tempati bersama teman-temanku waktu itu. Bukan kami tidak suka untuk tetap tinggal di kontrakan tersebut. Namun alasan yang mendasari kami ingin mencari kamar kosan adalah karena keempat senior yang mengontrak rumah bersama kami sebelumnya sudah wisuda dan berencana untuk kembali ke tempat asal. Aku dan Budi yang masih menjalani semester tahun ketiga ini mau tidak mau harus mencari kamar kos karena rumah kontrakan tidak diperpanjang.

Dan aku sendiri cukup sial karena tabiatku yang suka menunda-nunda pekerjaan. Temanku Budi sudah mendapatkan kos terlebih dahulu. Sedangkan aku masih berleha-leha dan belum menemukan satu yang cocok untukku. Padahal rumah kontrakan sudah dibersihkan dan tinggal menunggu kami berdua untuk hengkang dari tempat itu.

“Ah kamvret lu Bud, sekalian kenapa kemaren booking-in dua kamar sekaligus” – cela ku pada Budi karena tidak sekalian mencarikanku kamar kos

“Bukan begitu bay… kemaren itu memang pas aku kesana kamarnya tinggal satu, aku udah desperate banget ini soalnya susah nyari kosan belakangan ini” – jawabnya menghardikku sambil nyengir.

“lu ada info kosan nggak Bud?” – tanyaku lansung kepadanya. Dia menggeleng.

“Eh.. bentar, kayaknya Nana kmaren kirimin aku info kosan cowok deh di sekitar condong catur bagian atas” – Sela Budi terkesiap karena ingat kiriman WhatsApp dari pacarnya. Dia scrolling smartphone nya lalu kemudian menunjukkan kepadaku teks info kos untuk laki-laki tersebut.

“Okelah, habis kuliah nanti siang gue langsung surv…” – jawabku sumringah karena bebanku dalam mencari kosan baru sudah terangkat dari pundakku.

“Eh bukannya nanti siang ada kuliah pak Anton yak?” – tanya Budi memotong kalimatku yang belum selesai. Aku mencibir, sembari menaik-turunkan kedua alisku, memberi kode.

“Lu masih punya copy-an surat dokter dari om lu itu kan? gw minta lagi dong” – jawabku sambil menepuk-nepuk pundak Budi. Dia menghela nafas panjang. Dan singkat cerita, bertandanglah aku ke tempat dimana info kosan laki-laki itu berada.