Cerita Hantu Beuno: Fenomena Tindihan dan Kepercayaan Masyarakat Aceh

Cerita hantu – Sahabat Hantupedia pernah nggak sih ketika sedang asyik-asyiknya tidur, iba-tiba sadar tapi nggak bisa gerak? Badan kita sepertinya bukan milik kita lagi. Kita nggak bisa bicara atau gerak sama sekali. Istilah yang mungkin sering didengar adalah tindihan. Tapi sebenernya fenomena ini banyak terjadi dimanapun di seluruh dunia lho, bukan hanya di Indonesia aja. Dalam keadaan tidihan itulah dikatakan banyak orang mengalami peristiwa supranatural. Seperti melihat sosok bayangan hitam menyeramkan dan lain-lain.

Cerita hantu yang muncul ketika peristiwa tindihan inilah yang kemudian dipercaya banyak orang. Bahwa ketika terjadi tindihan sebenarnya ada makhluk astral iseng (entah apa bentuknya) yang sedang menindih kita. Itulah kemudian muncul cara-cara yang dipercaya untuk mencegah itu terjadi, seperti memasang jimat atau menyilangkan kaki ketika tidur dalam kepercayaan masyarakat luas.

fenomena-tindihan

Beda daerah, beda kepercayaan tentang fenomena tindihan ini. Namun, beda bagi masyarakat Aceh. Di Aceh, ada sebutan khusus untuk makhluk halus usil yang dipercaya sering menindih orang ketika tidur ini. Sebutannya adalah hantu Beuno.

Istilah hantu beuno kepercayaan masyarakat Aceh

Tim Hantupedia tidak menemukan penjelasan eksplisit soal asal usul dari istilah hantu Beuno ini, selain penjelasan umum yang mirip dengan fenomena tindihan diberbagai daerah. Memang kejadian tindihan ini sulit untuk diprediksi kapan terjadinya. Perwujudan dari sosok yang muncul ketika tindihan itupun beragam seperti Kuntilanak, genderuwo, bayangan hitam dan maish banyak lagi.

Masyarakat Aceh hanya percaya bahwa sosok yang menindih ini disebut sebagai Beuno. Istilah Beuno sendiri dikenal disana sebagai sebutan untuk setan yang suka menekan dada orang yang sedang tidur. Hal ini karena biasanya sosok astral ini biasanya (dengan santai dan tanpa perasaan bersalah) duduk di dada orang yang sedang tidur. Yang paling parah adalah sosok ini sampai mencekik korbannya.

Meskipun ada beberapa yang berpendapat bahwa itu merupakan salah satu bentuk serangan gaib (mirip santet) yang dikirim seseorang karena memiliki dendam kepada yang bersangkutan. Dari banyaknya cerita hantu Beuno tersebut. Banyak orang yang mengaku tidak tahu sebenarnya apa sih tujuan hantu tersebut melakukan hal tersebut. Mungkin hanya sekedar iseng saja!

Cara mengatasi gangguan hantu beuno

Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa bila seseorang mengalami gangguan hantu beuno sepanjang malam. Maka setidaknya ada 3 hal yang bisa dilakukan: (1) membalik bantal yang dipakai, (2) Merubah sisi posisi tidur, dan (3) merubah arah tidur. Orang-orang percaya dengan melakukan hal tersebut, hantu beuno tidak akan mengganggu lagi.

Penjelasan ilmiah tentang gangguan hantu Beuno

sleep-paralysis

Dalam ilmu psikologi dan kedokteran, ternyata fenomena tindihan atau yang oleh masyarakat Aceh dikenal sebagai gangguan hantu Beuno ini memiliki penjelasan ilmiah. Menurut para pakar, peristiwa itu disebut Sleep Paralysis. Hal ini merupakan sebuah gangguan tahap tidur manusia. Menurut keterangan yang tim Hantupedia dapatkan dari para ahli. Manusis memiliki 4 fase tidur. (1) Tahap tidur paling ringan (kita masih bisa mendengat dan berbicara), (2) fase tidur lanjutan, (2) Fase tidur paling dalam, dan yang terakhir (4) REM yang merupakan singkatan dari Rapid Eye Movement. Yakni fase ketika mimpi terjadi.

Pada fase REM ini otak mulai mengistirahatkan otot tubuh. Secara simpelnya otaklah yang melemaskan (lebih tepatnya melumpuhkan) tubuh kita. Menurut para ahli, fenomena tindihan ini terjadi ketika seseorang melompat dari fase tidur yang pertama (paling ringan) ke fase REM tanpa melewati fase tidur ke-2 dan ke-3. Walhasil ketika orang tersebut tertidur, dia akan dengan mudah terbangun. Namun badannya tidak bisa digerakkan karena pada dasarnya dia berada dalam tahap REM.

Meski demikian banyak perdebatan yang sering terjadi dalam pengkajian hal ini. Banyak pula yang mempertanyakan tentang kemunculan-kemunculan makhluk tak kasat mata tersebut ketika terjadi tindihan. Percaya, nggak percaya kan?