Cerita Hantu: Aroma Bedak dan Amis di Pematang Sawah

Cerita Hantu – Pak Supardi mendongak menatap ternit pelataran rumah kos miliknya. Satu batang rokok ditangan beliau masih tersulut menunggu sesapan lain. Dia kemudian tertawa, sembari sesekali melayangkan pandangannya kepada kami. Setidaknya kami sudah tugur di beranda ini selama hampir satu setengah jam. Menunggu lanjutan dari cerita masa kecil pak Supardi dengan penuh tanya. Tak hanya itu saja sih, kami juga menunggu kopi yang tersaji sedari tadi dihadapan kami. Cangkir itu terus mengepul memberikan tanda bahwa ia panas untuk sedikit lebih pudar agar bisa kami nikmati.

“kalian pernah mencari belut atau katak di pematang sawah di malam hari?” tanya pak Supardi. Dia mengangkat cangkir kopi dimeja dan melahapnya. – Kami menggeleng tegas

“Hmmm… kalo begitu, jangan kalian lakukan” – tambahnya.

Suaranya terdengar sedikit gentar dan sudut mata Pak Supriyadi menajam. Kami tahu dia sedang mencoba mengingat sebuah peristiwa yang sebenarnya ingin dia pendam dalam-dalam. Jauh di dalam lumbung berisi jeruji besi di memori ingatannya. Sehingga sejurus kemudian dia memberanikan diri untuk berbagi kisahnya. Cerita hantu yang bermula dari aroma bedak dan amis ketika beliau dan teman-temannya bermain di pematang sawah di kala malam. Cerita yang terjadi jauh sebelum bahkan kami terlahir di dunia ini.

Cerita ini terjadi ketika Pak Sapardi masih tinggal bersama orang tuanya di daerah Sewon, Bantul. Mungkin bagi kalian yang pernah mengunjungi daerah Sewon, maka kalian akan menemui hamparan sawah yang luas menjamuri daerah ini. Terlebih cerita hantu dari pengalaman pak Supardi ini terjadi ketika dia berumur 12 tahun.