Blue Whale: Grup Medsos yang Menjadi Dalang Lebih dari 131 Kasus Bunuh Diri

Blue Whale – Teknologi seharusnya digunakan dengan sebijak mungkin. Dengan menjadi lebih bijak dalam mempergunakannya, teknologi akan menjadi alat yang baik untuk membantu segala aspek kehidupan kita. Namun, meledaknya dunia online tidak hanya membawa dampak yang baik saja kepada kehidupan ini. Ada sisi-sisi kelam pula dari internet yang manipulatif dan bahkan menjerumuskan banyak orang kepada hal-hal buruk.

Terkenal beberapa waktu lalu dengan sebutan Blue whale. Adalah sebuah grup sosial media yang cukup menggemparkan dunia dengan sepak terjangnya. Dimana biasanya sosial media digunakan untuk memberikan manfaat dalam memperluas jaringan sosial. Blue whale mengumpulkan orang dan memberikan semacam challenge yang memberikan doktrin kepada sesuatu yang menakutkan, yakni bunuh diri.

Blue Whale Grup Media Sosial yang Menjadi Dalang Lebih dari 131 Kasus Bunuh Diri

Blue whale, sebuah sosial media yang mempromosikan tindakan bunuh diri

Kemunculan awal sosial media melenceng ini pertama kali dari negara Russia. Blue whale itu sendiri merupakan app yang berkonsep sosial media. Sama seperti aplikasi dengan konsep sosial media lainnya, Blue whale mengharuskan anda untuk masuk dalam komunitasnya dan bisa melakukan beberapa hal seperti menambahkan teman, mengirimkan pesan dan banyak lagi. Namun, tujuan yang awalnya sebagai sarana untuk memperluas jaringan sosial kemudian dipelencengkan oleh sebagian orang untuk melakukan bunuh diri.

Di Russia, trend yang diciptakan dari medsos ini menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Vladimir Putin selaku pemimpin negara tersebut mengecam keras aplikasi grup sosial media tersebut dan berjanji akan menghukum pelaku dan dalang dibalik propaganda dan provokator dari trend bunuh diri yang menyebar di dalam sosial media tersebut. Yang lebih mengejutkan adalah, Blue whale itu sendiri memberikan andil pada naiknya statistik jumlah kasus bunuh diri di Russia yang menembus hingga angka 59 %.

Philip Budeikis, Dalang dibalik propaganda bunuh diri di Sosial media Blue Whale

Philip Budeikin sang dalang sosmed Blue whale yang mempromosikan tren bunuh diriSetidaknya ada sekitar 131 kasus yang dikait-kaitkan dengan propaganda bunuh diri yang tersebar lewat sosial media bernama Blue Whale ini. Dan orang yang merupakan dalang dari semua hal menyeramkan tersebut adalah seorang pemuda berumur 22 tahun, berkebangsaan Russia yang bernama Philip Budeikis.

Philip sendiri telah di tahan oleh pihak yang berwajib sebagai pemicu hal menakutkan tersebut. Ketika diinterogasi oleh pihak yang berwajib, Budeikis berkata bahwa dia hanya melakukan “pembersihan sosial” dari orang-orang yang putus asa. Dia berkata bahwa keadaan sosial haruslah menjadi seimbang kembali dan terlepas dari orang-orang yang depresi seperti mereka. Menurut beberapa pemeriksaan medis, ada yang menuturkan bahwa Budeikin sendiri merupakan seorang yang memiliki gangguan mental dan psikologis.

Konten yang menambah depresi dan tantangan-tantangan mematikan

Maraknya penggunaan grup sosmed Blue whale itu sendiri dihitung sudah bertanggung-jawab atas lebih dari 131 kasus bunuh diri yang terjadi. Kebanyakan dari pelaku bunuh diri tersebut adalah para remaja yang masih labil. Provokator yang bernama Filip Budeikin itu memicu kegiatan bunuh diri tersebut dengan menyasar orang-orang yang tengah depresi atau menghadapi permasalahan pelik dalam hidup.

Budeikin memposting konten dalam grup sosmed Blue Whale tersebut yang kebanyakan mempengaruhi psikologis para orang yang depresi yang melihatnya. Konten-konten itu memicu lebih parahnya tingkat depresi mereka sehingga menyebabkan seolah-olah di mata mereka tidak ada jalan keluar lain dari permasalahan yang mereka hadapi selain kematian. Setelah orang-orang tersebut sampai pada titik depresi yang maksimal, Budeikin kemudian memberikan tantangan kepada mereka untuk melakukan hal-hal ekstrim untuk dilakukan. Seperti tantangan memotong urat nadi, meminum pil, tidur diatas rel hingga kereta lewat, melukai diri dengan benda tajam, menggantung diri, melompat dari atas gedung dan masih banyak lagi.

Budeikin yang kini mendekam di penjara karena menjadi dalang dalam trend bunuh diri remaja tersebut mengatakan bahwa dia mencoba untuk memberikan kegembiraan dan kehangatan untuk mereka yang sedang depresi, beserta memberikan alasan-alasan kenapa mengakhiri hidup itu lebih baik. Adapun keputusan untuk melakukan “tantangan-tantangan gila” yang berujung terenggutnya nyawa mereka adalah keputusan yang mereka ambil sendiri. “Mereka mati dengan suka rela dan bahagia” ungkap Budeikin. Ngeri!

Berikut beberapa potret korban manipulasi Blue Whale yang telah tewas bunuh diri. Kebanyakan dari mereka adalah remaja: