Mayangsari, Primadona Kisah Hantu Radio Brik Tahun 80an

0
755

Orang zaman sekarang tentu lebih mengenal youtube atau situs-situs streaming bernuansa entertainment di internet. Lain hal dengan orang di zaman dahulu yang memiliki pelarian hiburan hanya dari radio. Di era radio dulu, di indonesia sempat ada tren bernama radio brik yang sering digunakan oleh anak-anak muda untuk refreshing dan mengudara untuk sekedar ngobrol dengan orang di frekuensi tertentu. Di tahun 80an, radio break merupakan cara terkeren untuk berkomunikasi dengan teman-teman. Namun, siapa sangka kalau dulu radio break ini pernah heboh dengan kisah hantu radio brik Mayangsari karena mendapatkan panggilan dari alam baka?

hantu wanita Mayangsari sang Primadona Kisah Hantu Radio Brik Tahun 80an di area surabaya dan jawa timur

Kisah Hantu Radio Dan Trend “Ngebrik”

Tak ada yang menyangka bahwa kisah hantu radio akan bermula dari komunitas berbasis radio yang populer pada masa itu. Seseorang dianggap gaul jika dia bisa “ngebrik”. Orang-orang yang melakukan itu biasanya saling ngobrol berbagi kisah, bercanda. Meskipun mungkin banyak sharing cerita hantu juga yang disampaikan dalam pesan antar pengguna radio, itu hanya sebatas kesenangan saja.

Kala itu, hanya mereka dari kelas menengah atas yang bisa masuk dalam komunitas “ngebrik” ini. Ada satu kata yang harus diucapkan oleh seseorang untuk dapat bergabung dalam siaran: “break, break”, “roger” atau “apa bisa dicopy?”. Jauh dari deskripsi dalam kisah mistis tentunya kan?

Mereka yang telah terhubung satu sama lain pun bisa ber-QSO, istilah yang dipakai untuk berbincang melalui radio udara tersebut. Generasi pada jaman itu mengaku bisa ketagihan untuk terus mengudara. Apalagi, jika bisa menemukan teman bicara yang cocok. Misalnya saja, kelompok “ngebrik” tentang cerita misteri atau curhatan ngeres dan lainnya.

Hantu Radio Mayangsari, berawal saat datang Hujan Deras Dan Petir

Meskipun mengasyikkan, mengudara melalui frekuensi radio memiliki aturan main. Satu hal yang harus dihindari para briker tak peduli seberapa asyik mereka sedang ngobrol, curhat atau bertukar pikiran antar penyuka cerita horor hantu radio adalah berQSO adalah ketika hujan turun disertai petir. Mengapa demikian? Bukan karena efek dramatis dari hujan deras dan petir yang sering ditambahkan ke dalam cerita seram lho. Tapi karena bahaya yang mungkin timbul.

Frekuensi radio bereaksi pada aliran listrik dan magnetik. Ketika petir menyambar, alat radio yang masih menyala akan terbakar dan meledak. Tentu saja, hal ini membahayakan si pemilik. Sebagai contoh, kisah hantu radio yang dikenal dengan sebutan hantu mayangsari dari Surabaya yang sempat membuat geger ini.

Asal usul cerita hantu mayangsari

Di suatu malam di awal kisah hantu radio, hujan deras turun. Dari tiga orang yang sedang berQSO, satu meminta ijin untuk mematikan komunikasi, karena ia harus pulang ke rumah. Dua orang yang tersisa masih sempat melanjutkan perbincangan cerita hantu melalui radio masing masing.

Karena hujan semakin deras, salah satu dari mereka menyarankan untuk menghentikan QSO. Ketika akan berpamitan, hubungan radio dari temannya tiba tiba terputus. Begitulah kisah cerita misteri ini mulai muncul. 

Keesokan harinya, ia mendapat kabar bahwa Mayangsari meninggal tersambar petir. Ia pun membagikan pengalamannya dan kisah hantu radio ini menjadi terkenal. Namun, beberapa orang tak mempercayai cerita misteri ini.

Kisah Kontak Radio Dari Alam Baka

Misteri hantu radio pun berlanjut: setelah dimakamkan, beberapa kerabat dekat dan teman korban mendapatkan kontak QSO dari Mayangsari. Meskipun tak ada yang berani menceritakan isi pesan dengan lengkap, namun pengakuan mereka cukup menghebohkan dan dibahas selama beberapa bulan dalam banyak QSO amatir.

Ketika “ngebrik” berakhir, biasanya si penyiar akan mematikan pula perangkat radionya. Anehnya, rekan ini mendapat kontak tak lama setelah dia menon-aktifkan radionya. Kejadian ini konon dialami oleh para briker selama beberapa bulan setelah kematian Mayangsari. Yang menjadi cerita seram adalah: bagaimana bisa perangkat ini menyala sendiri?

Uji nyali para briker yang tidak mempercayai cerita hantu Radio Mayangsari

Keganjilan ini tentu saja membuat beberapa pihak meragukan cerita teman Mayangsari tersebut. Menurut mereka, cerita hantu ini terlalu tidak masuk akal. Untuk membuktikan bahwa hantu Mayangsari hanyalah kebohongan yang dibesar-besarkan, mereka yang merasa berani mulai mencoba untuk mengudara dan tersambung dengan si cantik. Meskipun sudah diperingatkan mengenai bahaya dari berbagai kisah mistis yang terjadi, mereka tetap nekat.

Kabar dari para penantang ini sempat tak terdengar, hingga mereka berani bercerita tentang pengalaman yang mereka alami. Setelah mengudara dan mencoba menghubungi Mayangsari, mereka mengaku didatangi oleh sesosok arwah perempuan.

Bahkan, salah seorang yang diketahui sangat ingin bertemu hantu radio Mayangsari ditemukan meninggal tak lama setelah ia memanggilnya melalui QSO. Kabarnya, ia menemui ajalnya setelah dihantui oleh Mayangsari.

Hal ini terus berlanjut dan meluas. Frekuensi radio yang pernah ditumpangi oleh hantu breaker Mayangsari ini konon hadir karena ingin menyapa teman-temannya dan “berpamitan” kepada mereka. Seramnya, tak ada yang sadar sampai mereka menerima kabar kematian Mayangsari. Ada yang berani mencoba, sobat hantu pedia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here