Legenda Ki Ageng Mangir, Sosok Mistis Pendekar Sakti Dari Desa Mangir

0
766

Bila anda merupakan orang jawa yang masih memegang teguh adat dan kearifan lokal kejawen. Maka Cerita mistis Legenda Ki Ageng Mangir pastilah merupakan teman bercengkerama telinga anda dengan kisah-kisah mitos dan keramatnya. Tak hanya kisah Jaka Tarup yang dielu-elukan sebagai kisah asal muasal Kerajaan Mataram di Indonesia. Konon, kisah mistis Ki Ageng Mangir termasuk memiliki kaitan di dalamnya (dalam sisi yang kelam). Lalu, tahukah sobat hantupedia tentang Ki Ageng Mangir? Bagaimana dengan sepak terjangnya atau peninggalan pusaka legendanya seperti layaknya para leluhur tanah jawa? Kita akan ulas disini:

Asal usul sosok Ki Ageng Mangir

Yang menjadi pertanyaan bagi banyak khalayak ramai adalah tentang siapakah sebenarnya sosok legenda Ki Ageng Mangir itu? – Menurut trahnya, Ki Ageng Mangir sendiri merupakan putera dari Ki Ageng Bondan yang masih merupakan keturunan dari sisa-sisa kerajaan terbesar di Nusantara kala itu: Majapahit.

Petilasan mistis Ki Ageng Mangir di daerah Bantul Yogyakarta

Kerajaan Mataram yang mulai tersohor diatas puing-puing runtuhnya kejayaan Mojopahit mulai melakukan ekspansi besar-besaran ke banyak daerah di Jawa. Dengan ideologi islam, Panembahan Senopati mulai mengincar “kepala” atau pemimpin yang memiliki peran penting dalam masyarakat. Salah satunya yaitu Ki Ageng Mangir yang memiliki nama panjang Raden Jaka Humbul Wonoboyo itu sendiri.

Banyak versi kisah asal muasal Ki Ageng Mangir

Kisah sejarah sosok legenda Ki Ageng Mangir ini sendiri banyak memiliki versi. Karena para sejarawah mencurigai adanya pengaburan karakter dirinya dan raja Mataram yang dulu berseteru dengan pemerintah Kolonial. Hal ini kemudian menciptakan intrik politik dan gagasan yang menguatkan figur salah satu pihak mengalahkan pihak lainnya.

Berbagai perkamen dan penemuan sumber sejarah juga mengkisahkan legenda Ki Ageng Mangir secara tidak sempurna. Catatan Babad Mangir misalnya atau kitab-kitab catatan perang bubat yang ditengarai dibuat pada tahun 1820an. Muncul pula beberapa relik dan catatan kuno tentang eksistensi prajurit Mangir yang berperang melawan tentara Mataram karena perbedaan kepercayaan.

legenda baru klinting yang terkenal di seantero daerah Jawa Timur dari Ponorogo hingga telaga Ngebel Ponorogo

Ada pula versi kisah lain yang konon terkait juga dengan legenda Ki Ageng mangir. Yakni cerita mitos ular bersisik emas di salah satu telaga di Ponorogo. Kisah itu terkenal dengan nama legenda baru klinting. Ada pula orang yang percaya bahwa baru klinting merupakan pusaka Ki Ageng mangir itu sendiri.

Ki Ageng Mangir vs Panembahan Senopati

Walau begitu. Banyak orang percaya bahwa Ki Ageng Mangir ini sendiri merupakan seorang pendekar sakti yang bahkan ditakuti oleh Panembahan Senopati sendiri. Oleh karena itu menurut ceritanya, sang Raja mengutus salah satu anaknya yang bernama Roro Pembayun untuk menggoda Ki Ageng Mangir dengan Cinta dengan tujuan membuat Ki Ageng Mangir mempersuntingnya dan menjadikannya seorang islam.

 

Pisau Sakti Ki Ageng Mangir

Kisah mengenai Legenda Ki Ageng Mangir yang belum banyak orang ketahui adalah tentang pisau sakti yang dimilikinya. Mengapa khalayak tak tahu bahwa itu adalah pisau sakti? Karena bentuknya yang sederhana, jauh dari kesan barang pusaka yang sering digambarkan dalam mitos jawa.

Ada satu pantangan yang tak boleh dilakukan, yaitu meletakkan pisau ini di pangkuan gadis perawan. Pada suatu ketika, Pusaka Ki Ageng Mangir ini dipinjam oleh seorang penduduk desa bernama Sarinem untuk menyiapkan acara bersih desa. Tanpa sengaja, Sarinem yang masih perawan meletakkan pisau ini di atas pangkuannya.

Kisah mistis pun dimulai ketika pisau ini menghilang. Setelah Ki Ageng Mangir mendengar cerita masyarakat, beliau segera meminang Sarinem. Setelah menikah, Sarinem melahirkan seekor naga yang merupakan penjelmaan pisau sakti tadi berdasarkan mitos jawa. Pada saat yang bersamaan, Ki Ageng Mangir sedang bertapa di gunung Merapi.

Si naga pun berkelana mencari ayahnya. Pada akhirnya, si ayah harus keluar dari pertapaan karena naga yang dianggap monster hantu jawa terus menyerang warga desa. Si naga akhirnya menjelma menjadi tombak Baru Klinting setelah gagal memenuhi syarat ayahnya untuk melingkari gunung Merapi dengan tubuhnya. Berdasarkan cerita misteri yang masih sering disampaikan penduduk desa, ujung tombaknya adalah lidah dari si naga.

Senjata Yang Ditakuti Panembahan Senopati

Tak hanya itu saja, Legenda Ki Ageng Mangir pada kala itu cukup tersohor karena raja Mataram, Panembahan Senopati berpikir dua kali sebelum menyerang kerajaan kecil yang dipimpinnya. Kala itu, Mangir belum tunduk pada Mataram. Meski Penembahan senopati juga merupakan seorang pendekar sakti kala itu. Dia masih sangsi karena mangir memiliki pusaka yang lebih sakti.

Penembahan Senopati yang kala itu menjabat pun sebenarnya juga terkenal akan berbagai cerita misteri tentang kesaktiannya. Ketika berdiskusi dengan panglima perangnya, Legenda Ki Ageng Mangir dan tombak sakti Baru Klinting menjadi pembahasan utama. Pada akhirnya, Sekar Pembayun, sang pewaris tahta dikirimkan sebagai jebakan bagi si Raja Mangir.

Cinta: Malaikat Maut Ki Ageng Mangir?

Kematian Ki Ageng Mangir pun sampai sekarang masih menjadi sekelebat cerita misteri jawa yang tetap retorikal. Ada yang mengatakan bahwa dia dibunuh oleh Panembahan Senopati secara langsung karena menolak untuk memeluk islam. Ada pula yang percaya bahwa kematian beliau dikarenakan oleh siasat Panembahan Senopati yang menanam seorang penyusup yang dikenal dengan nama Raden Ronggo di dalam perkumpulan massa Ki Ageng Mangir.

pernikahan Roro Pembayun dan Ki Ageng Mangir yang merupakan intrik politik dari kerajaan Mataram yang di gagas oleh Panembahan Senopati

Bahkan legenda mengatakan bahwa mayat Ki Ageng Mangir dibelah menjadi dua. Satu bagian tubuh dimakamkan di dalam komplek Keraton Ngayogyakarta, sedangkan satu bagian lain dimakamkan di sebuah pusara di area Kota gede yang juga terletak di arah Tenggara Keraton. Para sejarawan mengatakan bahwa ini merupakan intrik politik Mataram yang menggunakan cinta sebagai dalang di baliknya.

Tiada yang tahu tentang bagaimana reaksi Sekar Pembayun setelah Ki Ageng Mangir Tewas. Namun konon, dari beberapa mediumisasi gaib oleh banyak praktisi supranatural mengatakan bahwa Roro Pembayun sangatlah sedih. Ternyata dia telah pula jatuh hati padanya, namun di lain sisi dia menghadapi dilema karena rasa baktinya pada orang tua melawan rasa cinta pada suaminya.

Peringatan Yang Tak Dihiraukan Ki Ageng Mangir

Setelah beberapa saat menikah, si permaisuri baru berani mengutarakan identitas aslinya. Bak melihat hantu jawa yang menakutkan, Ki Ageng Mangir menjadi pucat pasi. Ia pun tak sanggup menolak ketika sang istri tercinta mendesaknya untuk menghadap pada bapak mertuanya, Panembahan Senopati. Ini adalah awal dari akhir Legenda Ki Ageng Mangir yang tersohor.

Diiringi dengan puluhan pelayan, mereka berangkat menuju kerajaan Mataram. Pada saat itu, beredar kisah mistis tentang kekuatan Baru Klinting dalam memprediksi bahaya. Pusaka sakti itu berbisik pada Ki Ageng Mangir untuk kembali ke Mangir.

Peringatan terakhir ini tak didengar oleh Ki Ageng Mangir yang memerintahkan pasukan untuk melanjutkan perjalanan. Sesampainya di istana, para pelayan dijamu di taman istana dengan makanan yang berlimpah. Hanya Ki Ageng Mangir dan Sekar Pembayun saja yang diijinkan masuk ke daerah pendopo istana.

Baru Klinting dititipkan pada pengawal, sedangkan beliau menghadap ayah mertuanya. Ketika memberi salam, Senopati membenturkan kepalanya ke kursi dan memotong lehernya. Saat ini, Makam Ki Ageng Mangir terdapat di dua lokasi, yakni di bagian dalam dan luar wilayah Keraton. Hal ini melambangkan bahwa beliau adalah bagian dari pemberontak dan juga bagian keluarga Kraton.

***

Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari Kisah klasik tentang Ageng Mangir wonoboyo ini. Salah satunya tentu menjadi pengingat bahwa setiap manusia harus berhati-hati dengan segala sesuatu. Bagaimana menurut sobat hantupedia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here